Calon Anggota KPU Harus Paham Seluk Beluk Pemilu

JAKARTA (BO): Calon penyelenggara pemilu kedepan diharapkan punya pemahaman yang memadai mengenai seluk-beluk pemilu di Indonesia. Artinya, calon anggota KPU dan Bawaslu tidak sekedar paham sistem pemilu, tetapi juga soal trik-trik parpol, tabiat parpol dan pemilih, dan psikologi politik Indonesia.

Hal itu merupakan salah satu sumbang fikiran dari Koalisi Mandiri untuk Pemilu Demokratis (KMPD) saat melakukan audiensi dengan anggota Komisi II DPR RI, di Jakarta (6/3/2012).

Selain itu, kategori lain yang harus dipunyai oleh anggota KPU dan Bawaslu adalah punya watak penuh integritas. Di sini, ada dua watak yang mutlak ada, yakni independensi dari parpol dan kemandirian.

“Mereka harus menjauhi rayuan dan iming-iming partai politik. Tak tergoda untuk kerja sama negatif, baik dengan parpol maupun dengan individu-individu,” kata Girindra Sandino, juru-bicara KMPD, di Jakarta (6/3/2012).

Sifat ketiga yang harus dipunyai calon anggota KPU dan Bawaslu adalah sifat berani. Sifat ini diperlukan untuk membuat anggota KPU dan Bawaslu tidak goyah oleh berbagai tekanan dari luar.

“Kekosongan watak ini akan dapat berakibat pada meluasnya berbagai pelanggaran dan kompromi yang akhirnya akan mengakibatkan hal-hal prinsipil terbuang,” katanya.

Selain itu, jika mengacu pada UU nomor 15/2011 tentang penyelenggara pemilu, maka DPR punya hak untuk menolak nama-nama yang diajukan Presiden. Khususnya kandidat yang punya rekam jejak sebagai pelaksana gagasan dan operasi LSM asing di bidang politik.

Girindra juga mengusulkan kepada DPR agar membuka ruang seluas-luasnya kepada publik untuk memberikan masukan-masukan kritis kepada calon anggota KPU dan Bawaslu.

“Proses fit and proper test di DPR seyogyanya dapat melibatkan partisipasi masyarakat. Ada kebutuhan juga untuk membangun kompetensi, integritas, dan profesionalitas,” katanya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut