Buruh Sinar Gowa Industri Gelar Aksi Mogok

Buruh.jpg

Ratusan buruh PT. Sinar Gowa Industri menggelar aksi mogok kerja di depan pabriknya di jalan Ir. Sutami Makassar, Jumat (27/9/2013).

Dalam aksi mogok tersebut, para pekerja mengunci pintu pabrik. Akibatnya, aktivitas perusahaan mie instan dan minuman kemasan ini pun terhenti sama sekali.

Tak hanya itu, para buruh membangun tenda di depan pabrik. Lalu, sebagai bentuk protes, mereka juga membakar ban bekas di pinggir jalan. Kendati demikian, aksi ini tidak mengganggu pengguna jalan.

Menurut Ros, ketua Front Nasional Perjuangan Buruh Indonesia (FNPBI) kota Makassar, selama ini pengusaha PT. Sinar Gowa Industri mengabaikan hak-hak normatif pekerjanya.

Ros mengungkapkan, selama ini buruh PT. Sinar Gowa Industri dibayar di bawah ketentuan UMK, tidak mendapat Jamsostek, dan dipekerjakan dengan sistem kerja kontrak. “Selama ini buruh PT. Sinar Gowa Industri hanya mendapat upah sekitar Rp 57.600 perhari. Padahal, ketentuan UMK sebesar Rp 60.000 per hari,” ungkapnya.

Sementara itu, pengurus FNPBI Sulsel Anshar Manrulu menyesalkan lemahnya penegakan hukum ketenagakerjaan, khususnya dalam menjamin hak-hak normatif pekerja. Ia mencontohkan, sistem kerja kontrak yang diterapkan oleh PT. Sinar Gowa Indusri bertolak belakang dengan ketentuan UU ketenagakerjaan.

“Seharusnya, kalau pengusaha patuh terhadap UU, tidak ada lagi yang namanya buruh menuntut hak normatifnya. Sebab itu adalah kewajiban pengusaha yang diatur oleh UU,” ujar Anshar.

Rudi, salah seorang buruh PT. Sinar Gowa Industri, mengungkapkan bahwa pihaknya sudah seminggu lebih menggelar pemogokan. Namun, pihak pengusaha tidak kunjung merespon tuntutan mereka. “Kami mogok karena kami menuntut hak dasar kami,” ujarnya.

Menjelang pukul 14.00 WITA, pihak pengusaha mulai menemui para buruh dan aktivis FNPBI. Komunikasi diantara kedua belah pihak kemudian mengarah pada dialog antara pihak perusahaan dengan pihak pekerja dan serikat pekerja.

Dalam pertemuan tersebut, pihak perusahaan PT. Sinar Gowa Industri menyanggupi untuk menjalankan hak-hak normatif buruh. Menurut HRD PT. Sinar Gowa Industri, Ardiansyah Jasman, pihak perusahaan sudah membahas tuntutan buruh itu dan mengaturnya dalam peraturan perusahaan.

Tak hanya itu, pihak perusahaan juga menyanggupi untuk membayarkan Jamsostek para buruh dan memberikan hak cuti sesuai ketentuan UU ketenagakerjaan. Pihak perusahaan juga mempersilahkan para buruh untuk masuk bekerja kembali pada hari Senin mendatang.

Untuk diketahui, awalnya persoalan ini bermula saat para buruh menuntut hak normatif mereka sesuai ketentuan UU. Saat itu para buruh didampingi oleh SBSI. Tanggal 5 September 2013, para buruh dan SBSI melakukan perundingan dengan perusahaan dan menyepakati penyusunan Perjanjian Kerja Bersama (PKB).

Kedua belah pihak pun membentuk tim. Termasuk para buruh yang didampingi oleh SBSI. Dalam perjalannya, pihak perusahaan malah mem-PHK salah seorang buruh yang juga masuk dalam tim perumusan PKB tersebut. Alasan PHK tersebut adalah efisiensi.

Namun, pada tanggal 17 September 2013, pihak perusahaan justru memasang pengumuman penerimaan karyawan baru sebanyak 100 orang. Dua hari kemudian, pihak perusahaan juga membatalkan secara sepihak rencana pembuatan PKB.

Sejak itulah para buruh menggelar aksi mogok. Namun, karena mereka merasa diabaikan oleh SBSI, para buruh pun mendatangi pengurus FNPBI dan PRD untuk mendapatkan dukungan.

Ahmad Kaimuddin

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut