Buruh Migran Indonesia Di Hong Kong Minta Ubah Istilah TKI

Para pekerja Indonesia yang sedang mengadu nasib di Hong Kong meminta agar istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diubah menjadi Buruh Migran Indonesia (BMI).

Menurut mereka, istilah buruh migran jauh lebih manusiawi ketimbang Tenaga Kerja Indonesia. Tak hanya itu, istilah itu juga menununjukkan kesetaraan dan persamaan hak.

Hal tersebut terungkap saat deklarasi Barisan Relawan Jokowi Presiden 2014 (Relawan Jokowi atau Bara JP) di Victoria Park, Hong Kong, Minggu (25/8). Deklarasi itu menunjuk Tri Sugito sebagai Ketua dan Nur Utami sebagai Wakil Ketua.

Dalam deklarasi itu, para buruh migran yang berkumpul menyatakan dukungan kepada Jokowi untuk menjadi Calon Presiden dalam pemilu mendatang. “Kami mendambakan pemimpin yang jujur, mendambakan perubahan,” kata Tri Sugito.

Menurutnya, hanya dengan jalan perubahanlah tercipta peluang untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Ia juga mengklaim mayoritas buruh migran Indonesia di Hong Kong sangat merindukan perubahan.

Sementara itu, Nur Utami mengungkapkan, jumlah buruh migran Indonesia di Hong Kong diperkirakan melebihi 150 ribu orang. “Mayoritas diantara mereka adalah pendukung perubahan dan sudah bosan dengan janji-janji pemerintah,” katanya.

Dalam pertemuan itu, buruh migran Indonesia juga mengeluhkan banyaknya perlakuan yang tidak adil ditimpakan ke mereka. Misalnya, ketika mereka pulang ke Indonesia, mereka selalu dipersulit di Bandara.

“Kami diperlakukan seolah-olah melakukan tindakan kriminal. Padahal, kami justru penghasil devisa,” katanya.

Buruh migran Indonesia di Hong Kong juga menyesalkan pengklaiman dukungan buruh migran Indonesia oleh Jumhur Hidayat, yang saat ini menjabat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), dalam Konvensi Capres Demokrat.

“Kami hanya mau mendukung perubahan dan Jokowi. Partai ogah. Kalau Jokowi, sumbang kampanye pun mau,” katanya.

Sementara itu, terkait dukungan buruh migran terhadap Jokowi untuk menjadi Presiden, Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Bidang Hukum, Jalintar Simbolon dan Syafti Hidayat mengungkapkan bahwa Relawan Jokowi telah mendirikan lembaga khusus untuk mendampingi para BMI yang diperlukan tidak adil.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut