Buka Pintu Investasi, Kuba Tegaskan Tetap Sosialis

Normalisasi hubungan diplomatik antara Kuba dan Amerika Serikat (AS) membawa suasana baru di Kuba. Tidak terkecuali di lapangan ekonomi.

Sejak tahun 2014 lalu, Kuba sudah membuat Undang-Undang tentang Investasi Asing. Meskipun masih menciptakan pembatasan-pembatasan, UU baru ini dianggap lebih bersahabat dengan investasi asing.

Nah, supaya UU baru ini tidak merongrong proyek sosialisme yang sudah setengah abad lebih memajukan Kuba, perwakilan Majelis Nasional Kekuasaan Rakyat Kuba atau sering disebut Asamblea Nacional del Poder Popular menggelar pertemuan di Ibukota Havana, Senin (29/12/2015).

Dalam pertemuan itu, para pembuat UU ini menyetujui langkah-langkah sosial-ekonomi yang baru sehubungan dengan pemulihan hubungan dagang antara Kuba dengan AS.

Tidak hanya itu, mereka juga menyetujui 40 proyek baru untuk menyambut investasi asing. Namun demikian, mereka menegaskan bahwa negara berpenduduk 12 juta itu tetap akan mempertahankan keutuhan sistim sosialisme.

“Investasi asing tidak akan menjual negara kami atau mengembalikannya seperti masa lalu, seperti banyak dituduhkan,” kata Menteri Perdagangan Luar Negeri Kuba, Rodrigo Malmierca, seperti dikutip teleSUR.

Sebaliknya, kata dia, kebijakan baru ini untuk memperkuat Kuba secara ekonomi. “Ketika kondisi ini diatur dengan UU, maka tidak akan mengancam sistim sosialis,” tegasnya.

Kebijakan baru terkait investasi asing dibuat setelah Amerika Serikat membuat aturan baru di awal tahun ini terkait perjalanan, telekomunikasi, layanan berbasis internet, operasi bisnis, perbankan, dan pengiriman uang.

Selain soal kebijakan investasi yang baru, perdebatan di Majelis Nasional juga menyinggung soal program sosial dan pemberantasan korupsi.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut