Buang Jauh-Jauh Mental Inlander Itu!

Ketua Umum Partai Rakyat Demokratik (PRD), Agus ‘Jabo’ Priyono, berpendapat, perekonomian Indonesia saat ini semakin dicengkeram oleh neokolonialisme. Hal tersebut tidak terlepas dari mental inlander yang masih menghinggapi sebagian besar elit kita.

“Mayoritas elit politik di negeri ini bermental inlander. Ini yang menyebabkan perekonomian kita sangat bergantung kepada kapital asing,” kata Agus Jabo saat di temui di Jakarta, Senin (5/8/2013).

Menurut dia, mental inlander itu merupakan penyakit psikologis yang sengaja diinjeksikan oleh kaum kolonialis terhadap bangsa Indonesia. Dengan begitu, bangsa Indonesia tidak pernah akan punya rasa percaya diri dan rasa mampu untuk membangun bangsanya sendiri.

“Ini sangat nyata sekarang. Misalnya, mereka selalu berdalih, bahwa kita tidak punya kemampuan modal, SDM, dan teknologi untuk mengelola kekayaan alam kita. Karena itu lebih baik diserahkan kepada perusahaan asing,” ungkapnya.

Agus Jabo menegaskan, mental inlander itu membuat perekonomian Indonesia tidak pernah beranjak menjadi ekonomi berdikari. Menurut dia, jangankan untuk menciptakan kemakmuran bagi rakyat, dalam urusan pangan saja pemerintahan sekarang gagal untuk berdikari.

“Ini kan sangat ironis. Dalam urusan pangan, seperti beras, kedelai, bawang, daging, dan garam, kita masih mengimpor dari negara lain. Padahal kita ini negara agraris,” ujarnya.

Agus Jabo pun mengeritik kegagalan pemerintah memproduksi bahan-bahan kebutuhan dasar rakyat. Padahal, kata dia, jika merujuk ke konstitusi, prioritas pertama dari pengembangan ekonomi Indonesia semestinya adalah memenuhi kebutuhan rakyat.

Sayangnya, ungkap Agus Jabo, perekonomian Indonesia masih mewarisi watak perekonomian jaman kolonial. Salah satu buktinya adalah ketergantungan terhadap ekspor bahan mentah.

“68 tahun Indonesia merdeka, belum banyak yang berubah. Sampai sekarang ekspor kita masih mengandalkan bahan mentah, seperti batubara, minyak, bauksit, gas, minyak kelapa sawit, dan karet,” kata Agus Jabo.

Menurutnya, kebiasaan mengekspor bahan mentah menyebabkan kita kehilangan potensi keuntungan dan nilai tambah. Tak hanya itu, bangsa ini tidak punya rencana untuk memperkuat pasar internal dan membangun industri nasional.

Karena itu, Agus Jabo mengingatkan, agar dalam Pilpres 2014 mendatang, bangsa Indonesia tidak lagi menyerahkan kemudi Republik ini kepada elit bermental inlander.

“Kalau mentalnya masih inlander, masih mau bergantung di ketiak imperialisme, masih senang menjadi embel-embelnya pihak asing, bangsa ini tidak akan maju. Malahan kita akan hancur berkeping-keping. Jadi buanglah mental inlander itu,” tegasnya.

Ia menyerukan agar bangsa Indonesia memilih pemimpin yang setia dan mau memperjuangkan cita-cita Proklamasi 17 Agustus 1945, yakni menjadi bangsa yang berdaulat di bidang politik, mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian secara budaya.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut