BO Gelar Pendidikan Jurnalistik Di Yogyakarta

Sebagai usaha untuk memajukan pengetahuan jurnalistik massa mahasiswa, Berdikari Online (BO) Biro Jogjakarta menggelar pendidikan jurnalistik terbuka untuk mahasiswa dari sejumlah kampus di DIY.

Acara pendidikan berlangsung secara sederhana di dusun Brajan, Kelurahan Tamantirto, Kabupaten Bantul. Meskipun berlangsung sangat sederhana, tetapi seluruh peserta memperlihatkan semangat dan minat besar untuk mempejalajari jurnalisme secara mendalam.

Dalam pendidikan kali ini, BO menurunkan sejumlah materi, diantaranya: teknik menulis artikel, BO dan visi perjuangannya, Jurnalisme Harian Ra’jat, dan lain-lain. Selain itu, dalam hal teknik penyajian materi, panitia juga membagi tiga komponen: pemaparan materi, diskusi, dan permainan/praktek menulis.

Edi Susilo, yang ditunjuk sebagai pengisi sejumlah materi, mengaku terkesan dengan minat yang sangat luar biasa dari para peserta. “Di sini kita melihat bahwa banyak mahasiswa yang tertarik dengan dunia jurnalistik,” katanya.

Agus Jayadi, misalnya, mahasiswa dari STIMIK AMIKOM ini mengaku mendapatkan manfaat sangat luar biasa dari pendidikan ini, khususnya dalam menambah wawasan mengenai dunia jurnalisme.

Senada dengan Agus, peserta lainnya, Etri Jayanti, mahasiswa dari UMY, juga mengaku sangat senang setelah mengikuti kegiatan ini.

Kegiatan pendidikan ini juga dihadiri oleh John Tobing, pencipta lagu “Darah Juang”, yang menceritakan pengalamannya semasa menjadi aktivis mahasiswa di kampus dan bagaimana aktivis gerakan menggunakan pers kampus sebagai alat perjuangan.

Dalam sesi praktek menulis, dimana para peserta dituntun untuk menulis sebuah berita, para peserta tampak begitu antusias. Tulisan para peserta ini lalu dikumpulkan, lalu kemudian dikoreksi oleh panitia.

Kepala Biro Berdikari Online DIY, Isnawati Pujaksena, mengatakan bahwa pendidikan jurnalistik ini merupayakan upaya untuk mendorong lahirnya jurnalis kritis dan progressif di kalangan mahasiswa di kampus.

“Pendidikan jurnalistik ini, yang sekarang dilakukan untuk mahasiswa, merupakan sarana untuk melahirkan jurnalis kritis, progressif serta siap untuk berjuang demi bangsa dan negara,” katanya.

Selain terhadap sektor mahasiswa, pendidikan jurnalistik ini rencananya akan diperluas kepada sektor-sektor rakyat yang lain, supaya mereka juga bisa memperdalam pengetahuan jurnalistik dan kemampuan tulis-menulisnya. (Amah)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • Kapan Berdikari Online mengadakan pelatihan jurnalistik di Jakarta untuk umum? Dan apa saja syarat-syaratnya kalo ingin menjadi kontributor di BO?

    Thanks