Besok, Petani Blitar Tiba Di Depan Kantor Kemenhut

Setelah berjalan kaki selama 20 hari, dengan menerjang hujan ataupun panas, para petani Blitar akan menginjakkan kaki di depan Kantor Kementerian Kehutanan (Kemenhut) RI di Jakarta, besok (31/1) pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Ketika berita ini diturunkan, petani sudah berada di daerah Pondok Kelapa, Jakarta Timur. “Kemungkinan kami beristirahat dulu malam ini di daerah Jakarta Timur. Besok pagi baru bergerak ke kantor Kemenhut,” ujar Trianto, koordinator Front Perjuangan Petani Mataraman (FPPM).

Di depan Kemenhut, petani akan disambut oleh petani dari Jambi dan Mesuji-Lampung. Setelah itu, mereka akan bergerak bersama-sama menuju Istana Negara untuk menyampaikan tuntutan.

Sebelumnya, Rabu (30/1) pagi, petani bergerak dari Omah Buruh, di kawasan industri EJIP, Cikarang, Jawa Barat, tempat petani beristirahat satu hari lebih. “Kami dilepas dalam suasana haru oleh kawan-kawan buruh dari FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia,” ujar Trianto.

Menjelang siang hari, masih di daerah Bekasi, petani disambut oleh kaum buruh dari Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI). Para petani pun beristirahat sebentar di Sekretariat KASBI Cikarang.

Ketika melintas di daerah Tambun, Bekasi, petani juga dielu-elukan oleh kaum buruh. Bahkan, beberapa buruh memberikan air minum mineral dan roti kepada petani.

Menjelang sore hari, petani Blitar memasuki daerah Bulak Kapal, Bekasi. Di sana petani disambut oleh 50-an aktivis buruh dari Federasi Perjuangan Buruh Jabodetabek (FPBJ).

Petani pun beristirahat sejenak di sekretariat FPBJ. “Kami beristirahat sebentar di sekretariat kawan-kawan FPBJ sembari melakukan diskusi-diskusi kecil,” ungkap Trianto.

Menurut Trianto, selama melintasi daerah Karawang dan Bekasi, para petani banyak disambut oleh kaum buruh. Ia mengaku, dukungan dari berbagai gerakan buruh ini cukup menguatkan semangat petani.

“Setelah menempuh perjalanan cukup jauh, tentu petani agak kelelahan. Tetapi ini cukup terobati karena besarnya dukungan dan solidaritas dari kawan-kawan buruh selama di Karawang dan Bekasi,” tuturnya.

Bagi Trianto, besarnya dukungan berbagai sektor rakyat di sepanjang perjalanan Blitar menuju Jakarta telah meneguhkan semangat perjuangan petani dan mendorong loncatan kesadaran mengenai pentignya solidaritas diantara kaum tertindas.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut