Besok, Pedagang Asongan Stasiun Se-Jawa Gelar Aksi Di Jakarta

Asongan Stasiun.jpg

Seribuan pedagang asongan stasiun dari berbagai Daerah Operasi (Daop) PT. Kereta Api Indonesia di Pulau Jawa akan menggelar aksi massa di Jakarta, Senin (23/6/2014) pagi.

Para pedagang yang bernaung di bawah Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 (GNP 33 UUD 1945) dan Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini akan menuntut hak untuk mendapat ruang berjualan di lingkungan stasiun PT. KAI.

“Sejak terbitnya instruksi Direksi PT. Kereta Api Indonesia (KAI) Nomor 2/LL.m006/KA2012 tertanggal 13 Januari 2012 yang melarang pedagang asongan berjualan di sekitar peron dan gerbong, para pedagang ini kehilangan ruang hidupnya,” ujar koordinator GNP 33 UUD 1945, Alif Kamal, di Jakarta, Minggu (22/6/2014).

Menurut Alif Kamal, kebijakan PT KAI tersebut sangat diskriminatif dan hanya membunuh ekonomi rakyat kecil. Ironisnya, kata Alif, ketika para pedagang asongan dilarang berjualan, sejumlah ritel modern justru mendapat hak monopoli.

“Yang terjadi, pedagang kecil disingkirkan, sedangkan ritel modern diberi ruang usaha yang monopolis. PT. KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) seharusnya mempertimbangkan nasib dan kepentingan rakyat kecil,” terangnya.

Dalam aksinya besok, para pedagang asongan stasiun KAI ini akan mendatangi kantor Kementerian BUMN dan Istana Negara. Tuntutan utama yang diusung oleh para pedagang itu adalah hak berusaha di lingkungan PT. KAI.

“Kalau alasannya kebersihan dan keamanan, saya kira solusinya bukan penggusuran, melainkan penataan pedagang dengan menyediakan ruang atau fasilitas berdagang yang layak,” kata Alif.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut