Besok, 20 Ribu Rakyat Bima Gelar Rapat Akbar

Sedikitnya 20 ribu warga Bima, Nusa Tenggara Barat, akan bergabung dalam rapat akbar di lapangan Temba Romba, besok (13/1). Mereka akan menuntut pencabutan SK nomor 188/2010 tentang ijin eksplorasi kepada PT. SMN.

Warga itu berasal dari tiga kecamatan: Lambu, Sape, dan Langgudu. Aksi akan dimulai pukul 08.00 WITA dan berlangsung hingga siang. Seluruh warga ini bergerak di bawah payung Front Rakyat Anti-Tambang (FRAT).

“Ini adalah konsolidasi awal. Kita mau menunjukkan bahwa rakyat Bima masih berlawan. Jika Bupati tidak merespon tuntutan kami, maka dalam waktu dekat akan melancarkan aksi massa yang lebih besar,” ujar Musatin Gery, aktivis FRAT Bima kepada Berdikari Online.

Selain aksi berbentuk rapat akbar itu, ribuan mahasiswa se-Bima juga akan menggelar aksi massa di kantor Bupati Bima. Mahasiswa yang tergabung dalam FRAT ini berencana menduduki kantor Bupati.

Aksi ribuan mahasiswa ini melibatkan BEM dan organisasi-organisasi mahasiswa se-Bima. Tuntutan yang dibawa oleh para mahasiswa juga menyangkut pencabutan SK 188/2010 tentang ijin eksplorasi tambang PT. SMN itu.

Selain itu, tuntutan yang dibawa oleh FRAT adalah pembebasan seluruh aktivis dan warga masyarakat yang masih ditahan oleh kepolisian.

Selain di Lambu dan kota Bima, aksi solidaritas Bima juga akan berlangsung di Mataram dan Jakarta. Di mataram, ratusan massa akan mendatangi kantor Gubernur untuk mendesak pencabutan ijin eksplorasi pertambangan.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut