Berdikari Online Turut Berduka Atas Meninggalnya Wartawan Kompas

REDAKSI Berdikari Online menyatakan duka mendalam atas meninggalnya Muhammad Syaifullah, wartawan Kompas biro Kalimantan, Senin (26/7). Kabar mengenai meninggalnya Syaifullah menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan besar. Menurut laporan sejumlah media, Syaifullah ditemukan tewas di rumahnya dengan mulut mengeluarkan busa dan wajah yang lebam-lebam.

Sebelum ini, syaifullan dikenal sebagai sosok wartawan yang kritis dan berdedikasi terhadap kemanusiaan. Tulisan-tulisannya sangat kritis menelanjangi berbagai persoalan sosial dan ekologis di daerah kerjanya, misalnya soal pembalakan liar, keberadaan perusahaan tambang yang merugikan masyarakat, dan pengrusakan lingkungan.

Dalam keadaan yang demikian, adalah sangat wajar jika muncul kecurigaan bahwa kematian Syaifullan sangat terkait dengan tulisan-tulisanya. Ini merupakan ancaman serius bagi kebebasan pers dan hak-hak demokratis setiap warga negara.

Terkait hal tersebut di atas, redaksi Berdikari Online menuntut pihak Kepolisian dan Komnas HAM untuk melakukan investigasi dan pengusutan tuntas terkait kejadian ini.

Dan, sebagai bahan refleksi atas kematian beliau, kami teringat dengan perkataan seorang demokrat Belanda yang besar, Multatuli, kata-kata yang kami anggap ditujukan kepada setiap wartawan yang jujur. Kata Multatuli: Padamu terletak tugas kemanusiaan! Tugas itu mengharuskan: berusaha ke arah kebenaran, Dan di mana-mana terdapat kebohongan, Maju! Berjuang terhadap kebohongan! Ayo berjuang! Maju, ke arah kemenangan!

Pemimpin Redaksi,

Rudi Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut