Berbagai Elemen Pergerakan Di Salatiga Tolak Kenaikan Harga BBM

Ratusan massa aksi dari berbagai elemen pergerakan di Salatiga, Jawa Tengah, menggelar aksi menolak kenaikan harga BBM. Aksi massa dilakukan di kantor DPRD Salatiga dan kantor Walikota.

Aksi massa dibuka dengan pementasan teatrikal oleh aktivis teater “Kronis”. Teatrikal itu mengambarkan pemerintahan SBY sebagai rezim munafik yang suka menipu dan memobohongi rakyat.

“Rejim SBY suka melakukan pembohongan untuk menutupi kebijakan neoliberalnya,” kata koordinator aksi Gerakan Salatiga Bersatu (Gesab), Salom Pasau, saat berorasi di tengah aksi massa.

Menjelang siang hari, massa aksi tiba di kantor DPRD Salatiga. Setelah berorasi sebentar, massa aksi menuntut anggota DPRD turut bergabung dalam aksi menolak kenaikan harga BBM.

Tidak hanya itu, Ketua DPRD Salatiga, M Teddy Sulistyo, dituntut massa aksi untuk menandatangani pernyataan menolak kenaikan harga BBM. Tanda tangan pun dibubuhkan di atas kertas bermaterai.

Setelah menggelar aksi di kantor DPRD, massa aksi Gerakan Salatiga Bersatu (Gesab) bergerak menuju kantor Walikota. Namun massa aksi kecewa karena Walikota dan Wakilnya tidak berada di tempat. Massa aksi hanya diterima oleh seorang staff ahli Walikota.

Gesab merupakan gabungan sejumlah organisasi, seperti PMII, HMI, LMND, KAMMI, SPPQT, SRMI, GMKI, Tidar, LK UKSW, Dema STAIN, BEM AMA, Himasos, Salatiga Peduli, dan Komunitas Motor.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut