BEM UI: Tiga Alasan Menolak Kenaikan Harga BBM

Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) mengajukan tiga alasan mengapa pihaknya menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM per 1 April 2012 mendatang.

Alasan pertama, BEM UI menganggap keadaan Indonesia saat ini belum memungkinkan untuk menghapus subsidi.  Untuk poin ini, BEM UI menyebutkan dua kondisi yang menandai kesiapan rakyat menerima penghapusan subsidi BBM: adanya jejaring pengaman sosial dan energi alternatif untuk mensubtitusi BBM.

Alasan kedua, harga BBM merupakan anchor price atau harga yang menimbulkan efek pengganda terhadap perekonomian makro. “Masyarakat di kelas sosial-ekonomi terbawah-lah yang paling menerima imbasnya,” kata Ketua BEM UI, Valdo Maldini, di Jakarta, Kamis (22/3/2012).

Meski banyak yang berasumsi rakyat dapat beradaftasi dengan harga baru, namun Valdo Maldini beranggapan, dalam proses itu, banyak rakyat Indonesia yang akan putus sekolah, gizi buruk, dan mengalami disfungsi sosial lainnya.

Alasan ketiga, BEM menganggap BLSM tidak menjawab masalah sebagai peredam shock bagi masyarakat kecil saat kenaikan harga BBM. Pasalnya, metode BLSM terlalu sederhana menerapkan pola perhitungan ekonomi konvensional dalam menentukan besaran dana.

Selain itu, BLSM sangat rawan politisasi dan mendidik budaya konsumtif. Juga, dalam banyak kasus, BLSM—dulunya bernama BLT—terbukti gagal dalam dalam tataran teknis distribusi dan pemanfaatan dana tersebut.

Terkait solusi, khususnya terhadap defisit APBN, BEM UI mengajukan solusi jangka pendek dan jangka panjang.

Untuk jangka pendek, pemerintah merealokasi anggaran-anggaran dari pos lain yang kurang penting untuk dialihkan ke subsidi BBM. Salah satu pos yang menyedot APBN adalah belanja birokrasi (gaji birokrat, biaya protokoler, biaya makan minum, dll) yang nilainya pada APBN 2012 mencapai Rp733 triliun.

Untuk jangka panjang, BEM UI mengusulkan agar pemerintah menaikkan rasio penerimaan pajak dan mengurangi kebocoran anggaran APBN.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut