Belajar Dari Referendum Tengah Jabatan Di Venezuela

Adakah kesempatan rakyat mengevaluasi kinerja sebuah pemerintahan? Di Indonesia, mekanisme itu tidak disediakan oleh konstitusi. Akibatnya, rakyat tak punya ruang untuk mengevaluasi kinerja Presiden di tengah masa jabatan.

Di Venezuela, negeri yang sedang menjalankan revolusi, mekanisme itu sengaja diciptakan oleh pemerintahan Hugo Chavez. Itu terjadi pada tahun 2004, dimana pemerintahan Chavez menggelar referendum di tengah masa jabatannya.

Referendum itu memberi kesempatan pada Rakyat Venezuela untuk menilai kinerja pemerintahah: setuju atau tidak dengan kinerja pemerintah itu. Tidak hanya itu, referendum juga memberi kesempatan kepada rakyat untuk memutuskan apakah pemerintahan bersangkutan bisa melanjutkan atau tidak masa jabatannya.

Konstitusi 1999

Salah satu janji kampanye Chavez saat pemilu adalah Majelis Konstituante. Majelis Konstituante inilah yang akan bertugas menyusun konstitusi baru. Begitu menempati jabatannya tahun 1999, Chavez menunaikan janjinya. Ia membentuk Majelis Konstituante Nasional.

Maklum, dalam sejarah Venezuela, rakyat belum pernah dilibatkan dalam penyusunan konstitusi. Akibatnya, rakyat hampir tak tahu menahu dengan konstitusi negara.

Sebelumnya, Venezuela sudah punya konstitusi, yakni konstitusi tahun 1961. Namun, konstitusi itu dibuat oleh dua kekuatan politik dominan dalam sejarah politik Venezuela, yaitu Accion Democratica (AD) dan COPEI. Dua partai ini membuat fakta Punto Fijo (puntofijismo), yakni kesepakatan keduanya membagi kekuasaan diantara mereka.

Pada 25 April 1999, majelis konstituante telah menyerukan referendum konstitusi: apakah rakyat setuju atau tidak setuju dengan perubahan konstitusi. Setelah bekerja berbulan-bulan, dari kampanye hingga diskusi terbuka dengan rakyat, referendum pun dilaksanakan pada 15 Desember 1999. Sebanyak 71,78% rakyat Venezuela menyetujui penyusunan konstitusi baru. Inilah magna charta pertama yang disetujui oleh rakyat dalam sejarah negeri itu.

Inilah pertama-kalinya rakyat dilibatkan dalam pembuatan konstitusi. Konstitusi itu mengatur hal-hal pokok: penegasan kembali kedaulatan nasional, perubahan sistim sosial-ekomomi, pembangunan kekuasaan rakyat, jaminan atas hak-hak dasar rakyat, dan penguatan demokrasi.

Alexander Torres Iriarte, Koordinator Pusat Sejarah Nasional, bercerita, sebelum tahun 1999, rakyat Venezuela punya pengetahuan dan hubungan yang lemah dengan konstitusi. Bahkan, semua konstitusi di negeri itu disusun tanpa partisipasi rakyat.

Iriarte menekankan bahwa Konstitusi 1999 merupakan konstitusi termaju di Amerika Latin. Konstitusi itu telah meletakkan kembali kekuasaan di tangan rakyat.

Langkah Maju Demokrasi

Begitu Chavez menggelar referendum di tengah jabatan pada tahun 2004, pihak oposisi berusaha menentangnya. Namun, yang terjadi, massa rakyat membanjiri TPS-TPS. Tingkat golput sangat rendah.

Hasil referendum menunjukkan: 59% surat suara sah menyatakan setuju Presiden Hugo Chavez melanjutkan kekuasaannya. Referendum ini menjadi basis politik yang semakin memperkuat dukungan akar rumput terhadap Chavez.

Steve Ellner, seorang professor di Universidad de Oriente di Puerto La Cruz, Venezuela, menyebut demonstrasi demokrasi ala Chavez ini sebagai bentuk demokrasi radikal. Demokrasi radikal menekankan pada penggabungan sosial dan partisipasi langsung.

Di Venezuela, juga Bolivia, mekanisme ini cukup untuk mengatasi krisis dengan memindahkan locus konflik dari jalanan ke pemilihan. Model demokrasi ini menyediakan kerangka penyangga sosial bagi kekuasaan presiden.

Ada beberapa manfaat politik referendum di tengah jabatan bagi demokrasi:

Pertama, referendum merupakan mekanisme demokratis bagi rakyat untuk mengoreksi atau mengevaluasi jalannya pemerintahan.

Kedua, rakyat mempunyai hak melalui referendum untuk menjatuhkan pejabat politik yang menghianati mandat rakyat tanpa menunggu pemilu 5 tahunan.

Ketiga, rakyat punya kesempatan untuk mengorganisir diri dan terlibat aktif dalam ruang-ruang politik. Untuk mengorganisir referendum, misalnya, rakyat pula dikumpulkan tanda-tangan dan dinyatakan kesetujuannya.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut