Baru Berdiri, LPM Pijar Unigha Terancam Dibredel

Baru berdiri pada bulan Maret 2013 lalu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Pijar Universitas Jabal Ghafur terancam dibredel. Ironisnya, ancaman pembredelan itu berasal dari pihak Universitas sendiri.

Menurut Firdaus, salah seorang Dewan Pendiri LPM Pijar, ancaman pembredelan itu berawal dari film dokumenter berjudul Jabal Ghafur di Persimpangan Jalan, yang dibuat oleh LPM Pijar Unigha.

Namun, di mata pihak pejabat Universitas, film berdurasi 20 menit itu telah membuka aib kampus. Padahal, kata Firdaus, pihaknya hanya ingin mengangkat realitas kampus yang sebenarnya.

“Film Jabal Ghafur di Persimpangan Jalan, menceritakan tentang keadaan Unigha, seperti sarana dan prasarana kampus, unjuk rasa mahasiswa yang menuntut tranparansi penggunaan dana dari pihak Rektorat dan Yayasan Pembangunan Kampus Jabal Ghafur, dan menuntut terbentuknya panitia pe-negeri-an Unigha,” ungkapnya.

Firdaus mengatakan, setelah unjuk rasa dan tayangnya film tersebut di Youtube, walaupun tidak semua tuntutan mahasiswa dalam unjuk rasa terpenuhi, setidaknya ada perubahan di kampus berupa perbaikan beberapa fasilitas untuk mahasiswa.

Tidak hanya itu, lanjut Firdaus, Karo Kemahasiswaan Unigha, Husaini Abdullah SE MM, juga menuduh LPM Pijar Unigha telah melakukan perbuatan tercela lantaran memutar film dokumenter tersebut dalam sesi pengenalan Unit Kegiatan Mahasiswa se-Unigha, di Gedung Leguna, 7 September 2013 lalu.

Bahkan, Husaini juga mengancam akan menyeret mantan Pimpinan Umum LPM Pijar, Fadli, ke pengadilan jika film dokumenter tersebut tidak dihapus dari jejaring sosial Youtube. Akibatnya, Fadli mengundurkan diri dari kepengurusan LPM Pijar Unigha.

“Pak Husaini sekenanya menuduh kami membuka aib kampus. Ia seharusnya menghargai hak kami untuk berkumpul, berpendapat, dan berekspresi sesuai dengan UUD 1945 pasal 28 E,” katanya.

Yang lebih miris lagi, kata Firdaus, niat Husaini untuk membredel LPM Pijar Unigha tampak saat  Fadli mengajukan Surat Pengunduran Diri. Husaini meminta SK dan stempel LPM Pijar Unigha.

“Ini jelas bertentangan dengan Aturan Dasar LPM Pijar Unigha Bab I Pasal 3 tentang kepengurusan, bahwa apabila Pimpinan Umum mengundurkan diri, maka Dewan Pendiri beserta Pengurus LPM Pijar, memilih Pimpinan Umum yang baru melalui rapat istimewa. Jadi, LPM Pijar tak bisa dipindah-tangankan atau dibredel begitu saja,” ungkap Firdaus.

Menurut pengakuan Fadli kepada rekan-rekan LPM Pijar, dirinya mendapat tekanan dari Karo Kemahasiswaan Unigha, sehingga ia memutuskan untuk mengundurkan diri.

Untuk itu, Firdaus meminta Rektor Unigha, Prof Bansu Irianto Ansari MPd, menindak tegas dan mencopot Karo Kemahasiswaan Unigha Husaini Abdullah SE MM dari jabatannya karena telah mengangkangi kebebasan Pers dan telah menjurus ke arah represi, menuduh, mengancam, dan berniat membredel LPM Pijar Unigha.

LPM Pijar Unigha resmi berdiri 27 Maret 2013. Lembaga pers mahasiswa ini mengantongin surat Keputusan Rektor Unigha nomor 032/UNIGHA-R/BK/2013.

Rudiloca

Editor: Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut