Bagaimana Kartini di Mata Anak-Anak?

Kartini, yang meninggal 113 tahun yang lalu, adalah pejuang nasional yang sangat populer. Namun demikian, karena banyaknya distorsi dan glorifikasi berlebihan terhadapnya, perjuangan dan pemikiran Kartini kurang dikenal secara mendalam.

Memperingati Hari Kartini, Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini bekerjasama dengan Bacaan Rakyat (Barak) 33 menggelar acara bersama anak-anak di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Krendeng, Minggu (23/4/2017).

Kegiatan yang bertajuk “Kartini dalam Gerakan Literasi Indonesia” itu menghadirkan beberapa kegiatan, seperti lomba mewarnai, pembacaan surat-surat Kartini, dan lapak baca buku gratis.

Menurut Ketua Umum API Kartini, Minaria Christyn Natalia, kegiatan ini untuk mengenalkan lebih mendalam sosok dan perjuangan Kartini kepada anak-anak.

“Melalui bangku sekolah, anak-anak sebetulnya tahu Kartini. Mereka hafal lagu Ibu Kita Kartini. Tetapi kurang soal perjuangan dan cita-citanya,” kata Minaria.

Menurut Minar, dengan lomba mewarnai gambar Kartini, kita menjadi tahu persepsi anak-anak tentang Kartini. Imajinasi anak-anak tentang Kartini dituangkan dalam warna gambarnya.

“Ada yang memberi pemerah bibir pada gambar Kartini dan ada yang tidak. Saya kira itu menggambarkan imajinasi mereka tentang Kartini,” jelasnya.

Selain mewarnai gambar, beberapa anak juga tampil membacakan surat-surat Kartini. Diantaranya surat-surat yang terangkum dalam buku “Habis Gelap Terbitlah Terang”, yang dibukukan oleh J.H Abendanon, seorang pejabat pemerintahan Hindia-Belanda pendukung politik etis.

Di sela-sela lomba mewarnai itu, panitia mengajukan beberapa pertanyaan ringan kepada anak-anak, seperti tempat dan tanggal lahir Kartini. Juga menceritakan gerakan literasi yang pernah dilakukan oleh Kartini semasa hidupnya.

Di penghujung acara, panitia mengumumkan tiga pemenang lomba mewarnai gambar Kartini, berdasarkan empat kriteria: kerapian, kesesuain, keindahan, dan kreativitas.

Rini Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut