Astaga…Bulan Ramadhan Masih Ada Penggusuran!

PEKANBARU: Bulan ramadhan tidak menghalangi keinginan Pemkot Pekanbaru untuk membersihkan para pedagang jagung bakar di depan purna MTQ. Sejak 5 september lalu, Satpol PP dan aparat kepolisian telah meletakkan “police line” di sepanjang trotoar tempat para pedagang berjualan.

Menurut salah seorang pedagang, selain memasang garis polisi yang melarang orang berdagang, pihak Satpol PP juga merampas secara paksa 8 lusin kursi dan 5 tungku pembakaran jagung. “Kami sudah ke kantor Satpol PP untuk meminta kursi dan tungku itu, tapi tidak diberikan. Katanya, nanti diberikan setelah lebaran,” ujar pedagang tersebut.

Sementara itu, ketua DPW Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Agun Sulfira menjelaskan kepada Berdikari Online, bahwa penggusuran itu merupakan tindakan biadab karena telah menghilangkan nafkah para pedang di tengah bulan Ramadhan dan menjelang lebaran.

Menurutnya, para pedagang jagung bakar sudah menempati tempat itu sejak lama, sehingga pemkot seharusnya melalukan pembenahan, bukan melakukan penggusuran seperti sekarang ini.

Karena itu, Agun Sulfira menuntut Pemkot segera menafkahi para pedagang yang baru saja kehilangan pekerjaan ini, karena mereka sangat membutuhkan uang untuk menyambut hari raya lebaran.

Hingga saat ini, para pedagang masih berkumpul dan sedang membahas langkah-langkah untuk mengatasi masalah ini. “Rencanya, kami akan menggelar aksi protes ke kantor Walikota paska lebaran ini,’ ujar Agun Sulfira. (Ulf)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut