AS Pertahankan ISIS?

Moskow langsung menyerukan pertemuan darurat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setelah koalisi yang dipimpin oleh Amerika Serikat (AS) memborbardir tentara Suriah.

Serangan yang terjadi di dekat bandara Deir Ezzor itu membunuh 62 tentara pemerintah Suriah dan melukai ratusan lainnya. Laporan lain menyebut 83 orang tewas dan 120 tentara terluka.

Jurubicara Moskow menuding serangan udara AS, yang justru menyasar tentara pemerintah Suriah, telah melindungi kelompok teroris negara Islam (ISIS).

“Jika sebelumnya kami curiga Front Al-Nusra (jaringan Al-Qaeda) dilindungi oleh serangan ini, sekarang setelah serangan udara terhadap tentara Suriah kami tiba pada kesimpulan mengerikan: Gedung Putih membela Negara Islam/ISIS,” kata Jubir Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, kepada Rossiya 24.

“Kami menuntut penjelasan lengkap dan terperinci dari Washington. Penjelasan itu harus disampaikan di Dewan Keamanan PBB,” tambah Zakharova.

Menurut Zakharova, Moskow prihatin dengan tindakan AS yang justru menarget uni-unit tentara Suriah. Padahal, pasukan pemerintah Suriah sedang berjibaku menggempur teroris ISIS.

“Segera setelah serangan udara oleh pesawat koalisi, militan Negara Islam meluncurkan serangan mereka,” kata Kepala Pusat Rekonsiliasi Rusia di Suriah, Letnan Jenderal Vladimir Savchenko.

Savchenko menambahkan, segera setelah serangan itu, Angkatan Udara Suriah segera turun tangan untuk menghentikan langkah maju teroris. Angkatan udara Rusia setidaknya melancarkan 10 kali serangan terhadap posisi militan ISIS sejak pukul 19.00 waktu setempat.

“Serangan koalisi AS telah membuka jalan bagi pejuang ISIS untuk mengambil alih kota Deir ez-Zor,” kata Menteri Pertahanan Suriah, Fahd Jassem al-Freij.

Hanya berkat bantuan Angkatan Udara Rusia, lanjut Al-Freij, langkah maju teroris ISIS berhasil dihentikan. Menurutnya, Suriah sengaja meminta bantuan Angkatan Udara Rusia untuk membantu memukul teroris.

Militer Suriah sendiri menuding serangan udara oleh koalisi pimpinan AS sebagai “agresi serius dan terang-terangan” terhadap pasukan pemerintah Suriah. Selain itu, serangan itu membuktikan bahwa AS dan sekutunya mendukung militan ISIS.

Sementara itu, Pusat Komando AS (CENTCOM) mengeluarkan klarifikasi atas kejadian itu. Menurutnya, koalisi pimpinan AS tak akan sengaja menyerang unit militer Suriah. Selain itu, CENTCOM berjanji akan meninjau dengan cermat insiden tersebut.

Namun, pejabat militer AS yang tidak mau disebutkan namanya mengatakan kepada Reuters, bahwa dirinya sangat yakin target serangan udara koalisi AS pada Sabtu lalu itu adalah pasukan Suriah, bukan ISIS.

Menurut pejabat itu, serangan udara di Deir ez-Zor dilaksanakan berdasarkan petunjuk intelijen AS, yang dikumpulkan sehari sebelum serangan. Serangan itu baru berhenti setelah Rusia memberitahu AS bahwa mereka telah menyerang pasukan Suriah.

Seorang pejabat senior pemerintahan Obama mengatakan kepada Associated Press (AP) bahwa Amerika Serikat mengungkapkan “penyesalan” atas tewasnya personel pasukan Suriah.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut