AS Melatih Kartel Narkoba Di Meksiko

Pendiri geng obat terlarang paling ganas di Meksiko, Zetas, disebutkan pernah mendapat pelatihan khusus di Ft. Bragg.

Pada akhir agustus lalu, geng ini melakukan pembantaian terhadap 72 orang pekerja migran di sebuah peternakan di Tamaulipas, yang dekat dengan perbatasan Meksiko-AS.

Beberapa anggota kartel adalah pasukan elit Meksiko, yang pada tahun 1990-an dilatih oleh grup pasukan khusus ke-7 AS atau biasa disebut “Snake eaters” di Ft.Bragg, Carolina Utara, AS.

“Mereka diberi cara membaca peta, komunikasi, standar pelatihan untuk pasukan khusus, senjata berat, senapan mesin, dan senjata otomatis,”  kata Craig Deare, mantan komandan pasukan khusus yang kini menjadi professor di Universitas pertahanan nasional AS.

Pasukan Meksiko yang mendapatkan pelatihan di AS dan terakhir mendirikan Zetas, adalah Airmobile Special Forces Group (GAFE), yang dianggap divisi pasukan elit Meksiko.

Mereka dipersipkan untuk menghadapi pemberontak (counter-insurgency) dan juga operasi kontra-narkotika, meskipun Deare mengatakan mereka tidak mempelajari teknik-teknik paling maju di Ft.Bragg.

“Zetas punya reputasi paling berbahaya, paling kejam, bagi kartel pemberontak,”  kata Christian Bricker, peneliti berbasis Meksiko yang berhubungan dengan North American Congress on Latin America (NACLA).

Tentara Desersi

Jumlah pembelot awal dari GAFE diperkirakan 30 sampai 200 orang, tetapi jumlah pastinya tidak diketahui, kata Deare.

“Negara Meksiko tidak bisa menggaji dengan memuaskan pasukannya,” kata Deare. “Saya tidak mengatakan mereka (pemerintah) harus membayar sebanyak seperti kartel, tetapi mereka (pasukan kemanan) harus dibayar dengan baik supaya tidak rentang terhadap korupsi.”

Tingkat desersi pasukan GAFE mencapai 25%, sebuah angka yang tinggi, bahkan untuk standar rendah pasukan keamanan di Meksiko. Antara 2000 sampai 2005, lebih dari 1.300 pasukan elit Meksiko membelot, demikian dilaporkan La Journada.

“AS benar-benar perlu meninjau prosedur seleksi dan manual untuk melihat mengapa begitu banyak orang yang mereka latih melakukan hal-hal mengerikan ketika pulang,” ujar Bricker.

Selain mendapat latihan di AS, GAFE juga mendapat pelatihan dari “Kaibiles” Guatemala, pasukan khusus yang terkenal sangat brutal dalam perang kotor di tahun 1980-an.

Dan, meskipun tidak dilatih khusus untuk menjadi kartel, namun sedikit sekali kepercayaan bahwa pasukan keamanan Meksiko bisa menangani perdagangan narkoba.

Pada bulan Mei 2006, “La Barbie”, seorang pemimpin saingan kartel Sinola, mengeluarkan sebuah iklan satu halaman penuh di sebuah harian di Meksiko City, mengklaim bahwa Polisi sengaja melindungi Zetas.

Motif Lain

Sebagian analis kritis menyebutkan adanya kemungkinan AS campur tangan dalam urusan dalam negeri Meksiko.

Bagi warga Merida, hal ini menyebabkan dua masalah utama: menimbulkan pertanyaan mengenai kedaulatan nasional dan meningkatnya ketakutan di bawah perang narkoba akan meningkatkan serangan terhadap gerakan rakyat.

GAFE, misalnya, didirikan pada tahun 1994 untuk memerangi pemberontak Zapatista di Meksiko selatan, menurut laporan La Journada.

Zapatista, sebuah gerakan bersenjata kaum pribumi yang miskin, bangkit melawan pemerintahan Meksiko pada 1 januari 1994, hari penandatanganan perjanjian perdagangan bebas Amerika Utara (NAFTA), yaitu antara Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.

Setelah berjuang melawan pemberontakan, GAFE mendapatkan pelatihan tambahan dan dukungan dari AS untuk memerangi perdagangan obat bius, sebuah bisnis yang keuntungannya melebih NAFTA.

Catatan: Laporan ini diolah dari Chris Arsenault, di Aljazeera. net

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut