AS Diduga Terlibat Dalam Penggulingan Fernando Lugo

Imperialis AS tetap saja bersikukuh menganggap Amerika Latin sebagai “halaman belakangnya”. Ini dibuktikan dengan keterlibatan AS dalam serangkaian kudeta terhadap pemerintahan revolusioner di Amerika Latin.

Kasus terbaru adalah penggulingan Presiden Paraguay, Fernando Lugo. Presiden yang dikenal sebagai “Pastor Kaum Papa” ini digulingkan via “kudeta parlemen”. Settingnya: senat Paraguay—yang didominasi sayap kanan—mengajukan pemakzulan terhadap Presiden Fernando Lugo terkait bentrokan yang menewaskan 17 orang petani dan polisi di Provinsi Canindeyu.

Fernando Lugo dianggap bertanggung-jawab atas kejadian itu. Padahal, kejadian tersebut tidak sepenuhnya tanggung-jawab Lugo. Selain itu, ada informasi terkait keterlibatan tuan tanah dari Partai Colorado dalam mensetting kejadian tersebut. Konon, ada sniper yang ditempatkan di tengah petani untuk menembak Polisi. Inilah yang menjadi dalih polisi untuk menembaki petani.

Tudingan itu makin diperkuat oleh bocoran Wikileaks baru-baru ini. Kabarnya, sejak tahun 2009 lalu, AS sudah tahu perihal kelompok sayap kanan Paraguay yang berusaha melawan pemerintahan Fernando Lugo. Sayap kanan dimaksud adalah perwakilan Partai Unace, Lino Oviedo, dan bekas Presiden sayap kanan Paraguay, Nicanor Duarte.

Keduanya, kata sumber Wikileaks, sedang menunggu momen yang tepat secara politik untuk memulai usahanya via parlemen.

Sebuah dokumen Wikileaks tertanggal 6 Mei 2009, yang disusun oleh seorang anggota misi diplomatik (CIA), menyebutkan, AS mengetahui adanya ketidakcocokan antara Presiden Fernando Lugo dengan Wakil Presiden Federico Franco.

Laporan rahasia mengungkap perbedaan antara Lugo dan Franco yang makin meningkat. Namun, Wapres mengatakan kepada dubes AS, pada 28 April, bahwa pihaknya tidak ingin terlibat terhadap segala upaya kudeta terhadap Lugo. Franco untuk memilih bersabar dan menunggu proses demokratis di Paraguay.

Franco adalah pemimpin partai sayap kanan Liberal Otentik. Ia dikenal sebagai oposisi lunak di era kediktatoran Alfredo Stroessner. Partainya berkoalisi dengan Lugo dalam pemilihan tahun 2008.

Franco sangat akrab dengan kedutaan AS di Asuncion, Ibukota Paraguay. Mereka saling bertukar-fikiran mengenai situasi di Paraguay. Dubesnya adalah seorang pernah bekerja untuk kepentingan AS di Havana, Kuba, yaitu: James Cason.

Kemudian, AS mengirimkan dubes baru ke Asuncion, yaitu Liliana Ayalde. Orang inilah yang berjasa menghubungkan Franco dengan pengikut Stroessner, yang menguasai parlemen, untuk menggulingkan Lugo.

Pada maret 2010, seorang pejabat militer dipanggil oleh senat dengan tudingan “penghinaan terhadap AS”. Luis Bareiro Spaini, nama jenderal ini, mengirim surat ke kedubes AS dan menuduhnya mengintervensi urusan internal Paraguay.

Jenderal tersebut membeberkan perihal keinginan Ayalde menggulingkan pemerintahan Lugo. Dan, pada saat kejadian itu, Wapres Franco hadir di sana dan mengikuti pendiskusian itu.

Ironisnya, parlemen Paraguay hanya memberi sanksi kepada sang jenderal. Sedangkan kehadiran Franco di acara itu tak pernah diusik.

Dokumen Wikileaks juga mengungkapkan peranan AS dalam menyatukan orang-orang yang menentang Lugo, termasuk Wapres Franco, dalam skenario pemakzulan lewat parlemen.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut