API Kartini: Kemiskinan Berjalin Erat dengan Ketidaksetaraan

Kemiskinan dan ketimpangan sangat berdampak serius terhadap kaum perempuan. Sebab, kemiskinan akan semakin mengukuhkan ketidaksetaraan.

“Kemiskinan berarti berkurangnya akses terhadap pendapatan dan sarana-sarana kehidupan, seperti pendidikan, kesehatan, pangan, sandang, dan lain sebagainya,” kata Ketua Umum Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini, Minaria Christin Natalia, dalam pernyataan sikap memperingati Hari Perempuan Sedunia, Rabu (8/3/2017).

Menurut Minaria, mereka yang miskin di dalam masyarakat berarti mereka juga kurang punya akses kekuasaan, uang/pendapatan, tanah, layanan publik, perlindungan dari kekerasan, dan ruang politik.

Lebih lanjut, Minar mengungkapkan, dari 28 juta orang miskin di Indonesia, lebih 63 persen tinggal di daerah pedesaan. Dari jumlah itu sebagian besar adalah perempuan.

Menurut dia, tekanan kemiskinan membuat banyak anak perempuan desa dijerat pernikahan usia dini. Belum lagi, lanjut dia, kemiskinan juga mendorong KDRT, perdagangan perempuan, kekerasan seksual, dan lain-lain.

Disamping itu, ujar dia, ketidakadilan dan alienasi sosial juga memberi lahan subur bagi menguatnya intoleransi dan fundamentalisme agama.

“Situasi yang juga menyebabkan menguatnya kekerasan-kekerasan intoleran yang menyasar kaum minoritas, baik minoritas agama maupun minoritas sosial seperti LGBT,” terangnya.

Lebih jauh, Minaria menambahkan, kemiskinan dan ketimpangan juga memberi imbas pada kekerasan terhadap perempuan. Baik kekerasan di ranah privat (pasangan/rumah tangga), komunitas maupun negara.

“Dalam konteks negara, konflik agraria maupun perburuhan sering menyasar kaum perempuan. Banyak perempuan yang menjadi korban saat konflik terjadi,” ungkapnya.

Karena itu, Minaria menegaskan, perjuangan untuk kesetaraan harus bergandengan erat dengan perjuangan menghapus kemiskinan dan ketimpangan ekonomi.

Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar program pengentasan kemiskinan punya perspektif keadilan gender. Dia juga meminta pemerintah mendekatkan kaum perempuan dengan akses modal, keterampilan dan pekerjaan.

“Kami juga menuntut pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual,” tuturnya.

API Kartini juga mendesak negara harus hadir untuk melindungi perempuan dari kekerasan, diskriminasi dan perdagangan perempuan.

Rini Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut