API Kartini: Hentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak

Kaum perempuan yang tergabung dalam Aksi Perempuan Indonesia (API) Kartini menyerukan penghentian kekerasan terhadap kaum perempuan dan anak-anak.

Seruan tersebut dikumandangkan bertepatan dengan peringatan Hari Perempuan Sedunia, Selasa (8/3/2016). Dalam pernyataannya, API Kartini menuntut Negara untuk hadir memberi perlindungan terhadap perempuan dan anak-anak dari kekerasan.

Ketua Umum API Kartini Minaria Christyn Natalia mengatakan, kasus kekerasan terhadap perempuan sudah menyerupai gunung es, dimana jumlah kasusnya terus bertambah tiap tahun.

Dia merujuk pada data Komnas Perempuan tahun 2014, bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan mencapai 293.220 kasus. Jumlah itu lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya, tahun 2013, yang berjumlah 279.688 kasus.

“Kekerasan seksual yang dihadapi perempuan dan anak dibawah umur kerap dibalut oleh potret kemiskinan, di mana salah satu tandanya adalah minimnya pendidikan, dan minimnya akses perempuan terhadap sumber daya,” jelasnya.

Menurut Minaria, banyaknya kasus kekerasan terhadap perempuan menunjukkan bahwa perempuan belum mendapatkan hak dan perlindungan yang layak sebagaimana dicita-citakan oleh kemerdekaan Republik Indonesia.

Selain soal kekerasan, API Kartini juga menyoroti soal dampak kebijakan neoliberalisme dan neokolonialisme terhadap kaum perempuan di Indonesia.

“Banyak perempuan yang hidup miskin dililit hutang untuk menutup kebutuhan hidup yang semakin tinggi dan harga-harga yang melambung tinggi. Biaya kesehatan dan sekolah yang sangat mahal serta menyempitnya lahan pertanian dan perumahan,” kata Sekretaris Jenderal API Kartini, Diena Mondong.

Situasi tersebut, kata Diena, semakin menempatkan perempuan pada situasi kemiskinan dan terpinggirkan. Bahkan banyak perempuan yang memutuskan bekerja di pabrik atau menjadi buruh migran di luar negeri.

Karenna itu, dia menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk membangun serta mendukung  ekonomi kerakyatan  dan menghentikan praktik ekonomi neoliberal yang memiskinkan perempuan.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut