Anggota Satpol PP Kembali Aniaya Pedagang Kaki Lima

Ditengah hiruk-pikuk perayaan Hari Kartini, seorang ibu yang berprofesi sebagai penjual pisang epe di Makassar dianiaya oleh anggota Satpol Pamong Praja (PP).

Ida Daeng Bau, nama ibu tersebut, mendapat perlakukan kekerasan itu setelah terlibat adu mulut dengan anggota Satpol PP. Setelah melakukan pemukulan, pelaku kemudian melarikan diri ke anjungan.

Saat itu, anggota Satpol PP berusaha merampas gerobak para pedagang dan melarang mereka berjualan. Tetapi, ibu Ida berusaha bertahan dan meminta kesempatan dua hari untuk menghabiskan pisang dan adonannya. Pasalnya, jika bahan yang sudah dibeli itu tidak dijual, maka mereka akan rugi besar.

Tetapi Satpol PP tidak mau mengerti. Satpol PP tetap saja melarang para pedagang untuk berjualan. Mengetahui Satpol PP terus ngotot untuk melarang, para pedagang pun mengeluarkan rekomendasi dari DPRD yang membolehkan mereka berjualan hingga ada lokasi baru.

Sayang sekali, anggota Satpol PP mengabaikan surat rekomendasi itu, dan tetap memaksa pedagang untuk berhenti berjualan. Pertengkaran sengit pun terjadi, hingga terjadi pemukulan itu.

Ketua PRD Makassar Arham Tawarran-selaku organisasi yang mengadvokasi para pedagang pisang epe-menjelaskan bahwa tindakan Satpol PP tersebut sudah diluar batas kemanusiaan.

“Ini sudah sangat keterlaluan. Para pedagang mendapatkan ijin sementara, tapi kenapa Satpol PP bertindak seenaknya. Kami akan mempersoalkan hal ini dan menuntut agar pelaku diberikan sanksi berat,” kata Arham Tawarrang saat diwawancarai Berdikari Online.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut