Anggota DPD Desak Pembentukan Tim Terpadu Untuk Atasi Konflik Agraria Di Kepulauan Meranti

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal Provinsi Riau, Intsiawati Ayus, SH, MH, meminta setiap pejabat pemda dan DPRD untuk turun tangan dalam penyelesaian berbagai kasus agraria, khususnya di Kabupaten Kepulauan Meranti.

Politisi berjilbab ini mengkhawatirkan terjadinya kekerasan dan korban jiwa jika persoalan agraria ini tidak segera diatasi. “Jika tidak ada penyelesaian, dengan belajar dari pengalaman yang sudah-sudah, maka bisa terjadi konflik yang berujung pada korban jiwa,” katanya melalui siaran pers yang diterima oleh Berdikari Online, kemarin (4/1).

Pihaknya mengakui telah bertemu dengan pihak Kapolda Riau pada 29 Desember lalu, dan menangkap adanya keinginan pihak kepolisian untuk menyelesaikan persoalan ini secara damai dan menguntungkan kedua-belah pihak.

“Saat pertemuan saya dengan Kapolda Riau beberapa waktu lalu, saya juga meminta agar penyelesaian konflik menggunakan tahapan-tahapan yang dapat melegakan semua pihak. Jangan sampai jatuh korban lagi lah,” ujarnya.

Pembentukan Tim Terpadu

Terkait kasus agraria di Kabupaten Kepulauan Meranti, khususnya antara masyarakat dengan PT. Sumateria Riang Lestari dan PT. Riau Andalan Pulp and Paper, Intsiawati Ayus mengusulkan agar segera dibentuk tim terpadu diantara pemerintah, kepolisian, perusahaan, dan masyarakat.

“Tim ini harus punya agenda dan target yang jelas,” pungkasnya.

Ia juga menambahkan, setiap keputusan lahan konsesi selalu disertakan soal enclave, yaitu mengeluarkan suatu area atau lahan dari konsesi tersebut, yang biasanya menyangkut perkebunan masyarakat, tanah pekuburan, perumahan/pemukiman masyakarat, dan lain sebagainya.

“Jika 30.000 ha lahan yang diberikan pemerintah untuk dikelola sebuah perusahaan, tidak serta merta 30.000 itu, bisa jadi hanya 20.000 ha dan 10.000 nya merupakan areal yang harus diinclav sesuai dengan ketentuan berlaku,” terangnya.

Intsiawati menghimbau agar dalam proses pengukuran kembali lahan dan penyelesaian persoalan dengan masyarakat, pihak perusahaan menunda pelaksanaan operasinya hingga semua itu selesai.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut