Ancam Perkosa Lawan Politiknya, Politisi India Dikecam

Seorang politisi India dikecam keras dan dituntut berhenti dari jabatannya setelah terekam video mengancam akan memperkosa lawan politiknya.

Tapas Pal, politisi dari Partai Kongres Trinamool, mengancam akan memperkosa perempuan dari partai Komunis India-Marxis (CPIM) jika mengintimidasi pekerjanya.

“Jika CPIM (Partai Komunis India-Marxis) mencoba untuk membunuh dan mengintimidasi para pekerja kami, saya tak akan mengampuni mereka. Saya akan kerahkan anak buah untuk memperkosa perempuan mereka,” kata Tapas Pal dalam rekaman video tersebut.

Komentar Tapas Pal ini segera menuai kecaman luas dari berbagai kelompok sosial. Termasuk dari kalangan partainya sendiri, Partai Kongres Trinamool, yang meraih kursi terbanyak keempat di wilayah negara bagian Bengal Barat.

“Pernyataan yang dibuat oleh Tapas Pal sangat-sangat tidak sensitif. Partai kami tidak mendukung pernyataan itu,” kata juru bicara partai, Derek O’Brien kepara wartawan, Selasa (1/7/2014).

Isu perkosaan sangat sensitif di India. Beberapa kasus pemerkosaan, termasuk pemerkosaan seorang mahasiswa di New Delhi pada Desember 2012 lalu, telah memicu kemarahan luas rakyat India. Tak pelak lagi, pernyataan Tapas Pal itu segera memicu reaksi rakyat dan partai-partai di India.

Tapas Pal, yang pernah menjadi pemain film kecil di industri film Kolkata, berusaha menetralisir keadaan dengan menyampaikan klarifikasi atas ucapannya itu.

“Saya tak pernah mengatakan memperkosa. Saya katakan menyerang. Saya katakan kami akan menyerang semua orang dan tempat termasuk perempuan dan orang tua,” kata Pal kepada stasiun televisi CNN-IBN .

Namun, klarifikasinya itu tak menyurutkan kecaman. Bahkan istri Pal, Nandini, turut menyalahkan ucapan suaminya itu. “Saya merasa sedih mengenai pernyataannya itu. Apapun yang dia katakan, itu tidak patut dikatakan oleh seorang anggota parlemen,” ujar Nandini.

Kepala Komisi Nasional untuk Perempuan, Mamata Sharma, mendesak agar Tapas Pal segera dipecat dari jabatannya. “Dia harus mundur. Yang dia ucapkan adalah pernyataan yang tidak benar. Menteri Utama Mamata Banerjee harus mengambil tindakan, dia harus diberhentikan,” ujar Sharma.

Tokoh partai Komunis India-Marxis (CPI-M), Brinda Karat, menuntut agar Tapas Pal segera dicopot dari jabatannya sebagai anggota Lok Sabha, majelis rendah perlemen India. Menurutnya, terkait dengan ucapan Tapas Pal itu, tidak cukup dengan kata-kata mengutuk. Ia mendesak ada tindakan untuk memberhentikan Tapas Pal dari jabatannya.

Aktivis perempuan India,  Kavita Krishnan, menuding pernyataan Tapas Pal sudah mengarah pada kekerasan seksual terhadap kaum perempuan. “Dia jelas-jelas menghasut tindakan kekerasan seksual terhadap perempuan, ia harus ditangkap karena hal ini,” jelasnya.

Akhirnya, karena kecaman yang terus meluas, Tapas Pal pun akhirnya meminta maaf. “Aku tidak punya alasan untuk menyerukan itu. Ini adalah kesalahan besar dalam hal penghakiman dan kurang sensitif,” ujarnya.

Ia pun berjanji tidak akan mengulangi pernyataan semacam itu lagi.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut