Ana Tijoux, Musik Untuk Menyuarakan Protes

Ana Tijoux, musisi Hip-Hop Chile

Chile memang gudangnya musik protes sosial. Di masa lalu, kita mengenal nama-nama besar seperti Violeta Parra, Victor Jara, Inti-Illimani, Quilapayún, dan lain-lain. Sekarang, kita melihat generasi baru yang juga sangat kritis. Salah satunya adalah Ana Tijoux.

Ana Tijoux—nama aslinya: Anamaria Merino—adalah musisi hip-hop Chile yang sedang naik daun. Tak hanya di negerinya, Ana Tijoux kini sering mendapat panggilan untuk tampil di berbagai negara di Eropa dan Amerika Serikat.

Ana lahir 12 Juni 1977 di Lille, Perancis. Ia memang lahir dan besar di Perancis. Maklum, bapaknya adalah seorang aktivis kiri yang sedang dikejar-kejar oleh rezim militer Augusto Pinochet. Tahun 1978, ia dan keluarganya pindahdari Lille ke Paris.

Dua album solo pertamanya, Kaos (2007) dan 1977 (2009), berisikan banyak sekali kritik sosial. Dan pada tahun 2012 lalu, ia meluncurkan album ketiganya, La Bala atau “peluru”. Lagu ini, kata dia, merupakan “tembakan” langsung kepada penguasa yang haus kekuasaan.

Berbeda dengan dua album sebelumnya, La Bala ini lebih mirip dengan sebuah pernyataan politiknya. Musiknya pun memadukan mars dan puisi-puisi kritis. Lagu ini sangat dipengaruhi oleh kebangkitan gerakan mahasiswa di Chile tahun 2011 lalu.

Salah satu lagunya, Shock, sangat diinspirasi oleh buku karya Naomi Klein, The Shock Doctrine. “Dia (Naomi Klein) mencicit saya di internet dan kemudian mengobrol bersama. Sangat sulit untuk meringkas karyanya, tetapi itulah keajaiban musik,” katanya. Buku “The Shock Doctrine” sangat populer di gerakan mahasiswa Chile, yang sedang melakukan perlawanan terhadap neoliberalisme.  Sedangkan lagu “Shock” seolah menjadi “lagu kebagsaan” bagi gerakan mahasiswa dan gerakan sosial di Chile saat ini.

Namun, bagi Ana, ada dua buku yang sangat berpengaruh besar atas hidupnya, yakni Open Veins of Latin America karya Eduardo Galeano dan buku seorang jurnalis yang mengisahkan hidupnya bersama Zapatista selama 10 tahun. Tokoh lain yang mempengaruhinya adalah Antonin Artaud, seorang penyair Perancis.

Sebetulnya, Ana sudah lama menjadi penyanyi. Sejak tahun 1990-an hingga 2006, ia bergabung dengan grup band rap Chile, Makiza. Ia juga pernah bergabung dengan band Punk, Aluzinati. Tak hanya itu, ia pernah absen dalam musik selama tiga tahun.

Dua penyanyi besar Chile, Violeta Parra dan Victor Jara, sangat mempengaruhi Ana Tijoux. Ia menyebut dua musisi Chile itu “penyair terbesar kami”. Ia mengaku musik Violeta Parra dan Victor Jara menyertainya sejak kecil hingga besar.

Ana percaya, musik adalah alat perubahan sosial. Melalui musik, ia berharap bisa menularkan kemarahannya kepada banyak orang yang senasib. Lagunya yang berjudul “Desclasificado” memotret langsung ketimpangan ekonomi yang melanda negara dunia ketiga, termasuk Chile.

Ia berharap, lagunya yang memadukan lagu cinta, protes, perjuangan sosial, dan kemarahan juga bisa menjadi inspirasi untuk menyatukan kembali negerinya dan gerakan sosial.

Ana sendiri sedang menikmati popularitasnya yang sedang menaik. Albumnya, 1977, sangat populer dan membuatnya dikenal di Amerika Latin dan AS. Dia pernah mendapat penghargaan dari Rolling Stone Argentina untuk 50 album terpopuler dan masuk nominasi Granmy untuk kategori album urban, rock, dan alternatif Amerika Latin.

Rudi Hartono

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut