Amerika Latin Mengenang Hugo Chavez

Hari Sabtu (5/3/2015), Amerika Latin mengenang tiga tahun kepergian Hugo Chavez. Sebuah seremoni digelar di Caracas, Ibukota Venezuela, untuk mengenang tokoh revolusioner yang getol memperjuangkan Sosialisme Abad -21 itu.

Bertempat di  Cuartel de la Montaña, sebuah museum militer yang juga menjadi tempat makam mendiang Chavez, sejumlah pemimpin Amerika Latin berkumpul untuk memberikan penghormatan terhadap Chavez.

Diantara yang hadir adalah Presiden Bolivia Evo Morales, Presiden Nikaragua Daniel Ortega, dan Presiden El Salvador Sanchez Ceren. Presiden Venezuela Nicolas Maduro menjadi pemimpin upacara penghormatan itu.

Menurut Maduro, meskipun Chavez sudah meninggal, tetapi pesannya masih sangat kuat.

“Saya merasa Chavez lebih hadir dan lebih hidup dibanding sebelumnya. Dan dia menghasilkan banyak dan lebih banyak cinta bagi semua yang berjuang untuk kebenaran di benuar Amerika,” ujarnya.

Selain para pemimpin Amerika latin, hadir juga perwakilan masyarakat adat dan Katolik. Tepat pukul 4.25 PM waktu setempat, tembakan meriam melesat ke udara.

Berikut komentar beberapa Presiden Amerika Latin terkait tiga tahun meninggalnya Hugo Chavez.

Sebagai manusia, dia (Chavez) adalah pendukung besar. Sebagai saudara se-Amerika latin, dia adalah pemersatu. Sebagai politisi, dia adalah seorang anti-imperialis yang mengajarkan kepada kita untuk tidak takut kepada imperialis, dan mengeraskan suara kita terhadap imperialis tanpa rasa takut.” (Presiden Bolivia, Evo Morales)

Anda tidak bisa membayangkan semua propaganda yang mereka buat untuk Chavez, dengan penuh fitnah, yang kenyataannya Chavez memang manusia biasa. Sekalipun dia tentara, dia terkadang begitu naif karena percaya orang banyak. Ia terlalu baik hati, dia selalu dan selalu memberi kesempatan kepada oposisi yang berusaha menikamnya dari belakang.” (Presiden Ekuador, Rafael Correa)

Kami mengingat dia (Chavez), semua orang tahu bahwa dia menyerahkan hidupnya untuk pembebasan rakyat dan mewariskan Amerika Latin yang bersatu. Hugo Chavez dikenang oleh rakyatnya dengan cita yang luar biasa dan kekal-abadi.” (Mantan Presiden Argentina, Cristina Kirchner)

Chavez adalah reinkarnasi dari Simon Bolivar. Chavez tahu bahwa revolusi tidak bisa dilakukan sendirian dan terpisah dari prinsip solidaritas. (Presiden Nikaragua, Daniel Ortega)

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut