Ambisi Venezuela Hapuskan Kemiskinan

maduro.jpg

Sosialisme mengidamkan sebuah masyarakat baru yang memungkinkan setiap anggotanya bisa mengembangkan penuh segala potensi dirinya sebagai manusia.

Nah, berbicara pengembangan manusia, ada syarat-syarat yang mesti diadakan: pangan, pendidikan, kesehatan, kemerdekaan mengambil keputusan, dan lain-lain. Singkat cerita, sosialisme harus memberikan penghidupan yang layak dan bermartabat bagi rakyat.

Karena itulah, pada tahap awal, sosialisme harus berjibaku melawan kemiskinan. Begitu pula dengan proyek sosialisme yang saat ini sedang menggelinding di Venezuela. Di negeri yang sangat kaya minyak itu, perjuangan melawan kemiskinan menjadi ujung tombak dari revolusi.

Daya gebrak revolusi melawan kemiskinan cukup nyata. Antara 1999 hingga 2011, angka kemiskinan berkurang dari 42,8% menjadi 26,5%. Kemudian, pada periode yang sama, kemiskinan ekstrem berkurang dari 16,6% menjadi 7%. Saat ini angka kemiskinan ekstrim di Venezuela tinggal 5,5%–termasuk terendah di Amerika Latin.

Namun, Venezuela belum puas. Baru-baru ini Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, meluncurkan “misi sosial” baru untuk menumpas habis kemiskinan ekstrem. Misi sosial baru tersebut diberi-nama “Misi Sosial Dasar”.

Maduro menjelaskan, misi sosial dasar merupakan bagian dari revolusi Bolivarian untuk menghapuskan kemiskinan ekstrem di Venezuela. Karenanya, misi sosial ini akan membidik daerah atau kantong-kantong paling miskin di Venezuela.

Melalui proyek ini, pemerintah Venezuela akan membangun pusat logistik dan layanan sosial di 1500 komunitas yang telah diidentifikasi sebagai tempat berkelindannya kemiskinan ekstrem. Pusat layanan dan logistik itu akan menyediakan dapur makanan gratis, toko pangan yang disubsidi, klinik kesehatan gratis, dan pendidikan gratis.

“Kami harus menerobos kantong-kantong kemiskinan dan mengatasinya,” kata Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, seperti dikutip Kantor Berita Nasional Venezuela (AVN), Jumat (5/9/2014).

Misi sosial dasar ini akan menggabungkan sejumlah misi sosial pemerintahan Bolivarian sebelumnya, seperti Mission Mercal (misi penyediaan pangan yang disubsidi); misi kesehatan (barrio adentro dan sonrisa); misi perumahan (La Gran Misión Vivienda); dan misi pendidikan (simoncito: pendidikan dasar, Robinson: pendidikan melek huruf, Ribas: pendidikan lanjutan, dan Sucre: pendidikan universitas).

Maduro mengungkapkan, kurangnya akses terhadap kebutuhan dasar, kesehatan dan pendidikan merupakan persoalan utama yang dialami oleh komunitas yang hidup dengan kemiskinan ekstrem.

“Masalah terbesar dari kemiskinan yang terakumulasi adalah kurangnya pendidikan publik. Di sini banyak anak-anak dan kaum muda yang masih berada di luar sistim pendidikan publik. Di sini, nantinya, tidak seorang anak pun yang akan dikesampingkan oleh pendidikan publik. Siapapun, termasuk anak-anak, remaja, dan dewasa akan mengakses pendidikan melalui mission robinson, mission ribas, dan mission sucre,” kata Maduro.

Maduro menjanjikan, setelah membangun 1500 basis misi sosial dasar pada tahap awal, ia akan membangun 1500 basis misi sosial selanjutnya. Basis pertama akan dibangun di Caracas, Ibukota Venezuela, yang menyasar kantong-kantong miskin kaum urban.

“Melalui ini, kami akan memberantas kemiskinan, kami akan membangun teritori sosialis, dan membuat revolusi bisa menjangkau setiap ruang,” kata Gubernur Distrik Ibukota, Jacqueline Faria, pada saat peluncuran basis sosial.

Basis lainnya akan dibangun di Aragua, Portuguesa, Zulia, Carabobo, Monagas, Bolivar dan lain-lain.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut