Aliansi Mahasiswa Bali Tolak Kenaikan Harga BBM

Aksi massa menolak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) masih terus berlanjut di berbagai daerah. Kali ini giliran mahasiswa di Denpasar, Bali, yang menggelar aksi massa.

Seratusan mahasiswa yang berhimpun dalam Aliansi Mahasiswa Bali Peduli Rakyat menggelar aksi massa menolak kenaikan harga BBM di depan patung Catur Muka, Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Sabtu (22/11/2014).

Made Wira Pratistita, salah seorang koordinator dalam aksi ini, menjelaskan bahwa kebijakan pemerintahan Jokowi-JK menaikkan harga BBM tidak punya alasan yang begitu kuat. Pasalnya, kata dia, penaikan harga BBM tersebut dilakukan di kala harga minyak dunia sedang jatuh.

“Harga minyak dunia yang turun menjadi $75-$80 per barel, maka pemerintah tidak memiliki alasan yang kuat untuk menaikkan harga BBM,” kata Made saat menyampaikan orasinya di hadapan massa aksi.

Made juga mengatakan, kenaikan harga BBM akan berdampak pada naiknya ongkos transportasi dan kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Hal tersebut, kata dia, akan semakin menggerus pendapatan rakyat, termasuk kaum buruh.

Di Bali, kata dia, upah minumum yang ditetapkan pemerintah sangat rendah dan merupakan terendah kedua di Indonesia. Menurutnya, upah minimum yang sangat rendah itu tidak sebanding dengan kebutuhan hidup kaum buruh di Bali.

“UMP di Bali adalah UMP dengan nominal terkecil kedua di Indonesia, yang sangat tidak sesuai dengan jumlah kebutuhan pokok yang sangat besar termasuk untuk dalam pelaksanaan upacara adat disini,” kata dia.

Ia juga mengungkapkan kekecewaan terhadap Jokowi karena telah menaikkan harga BBM. Bagi Made, langkah tersebut mengkhianati cita-cita Trisakti sebagaimana didengunkan oleh Jokowi saat kampanye lalu.

Seharusnya, kata dia, kalau memang Jokowi punya komitmen menegakkan Trisakti, maka yang perlu dilakukan adalah menasionalisasi perusahaan tambang asing dan menuntut pencabutan UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas.

Dalam aksinya, Aliansi ini mengajukan sejumlah tuntutan, yakni batalkan kenaikkan harga BBM bersubsidi, realisasikan janji Trisakti Jokowi dan melaksanakan pasal 33 UUD 1945, nasionalisasi pertambangan asing, bangun industri nasional, Cabut UU Migas, naiikan Upah Buruh di Bali, dan stabilkan harga bahan kebutuhan pokok di Indonesia.

Adapun yang bergabung dalam aliansi ini, antara lain: Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Front Mahasiswa Nasional FMN, BEM Unmas, dan LBH Bali.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut