Aliansi Buruh Tangerang Datangi First Media Dan Shinta Group

Lebih 300-an buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Tangerang Raya menggelar aksi massa di kantor First Media di Boulevard Gajah Mada Tengerang, Banten, Selasa (4/6).

Dalam aksinya, kaum buruh menuntut PT. First Media memenuhi tuntutan para buruhnya yang sudah 20 hari lebih menggelar aksi pendudukan di kantor Disnaker Tangerang.

“Sejak tahun 2002 bekerja di First Media, kami mengalami pendzoliman terkait status kerja kami. Kami dipekerjakan di bawah status PKWT (Perjanjian Kerja untuk Waktu Tertentu), padahal pekerjaan kami tidak habis dalam waktu tertentu,” kata sekretaris FNPBI FirstMedia, Samsi Rudali.

Ironisnya, kata Samsi, ketika para buruh meminta penyelesaian secara bipartit, pihak perusahaan tidak memperlihatkan itikad baik. Malahan, kata dia, ada 10 buruh yang terlibat dalam serikat pekerja justru di-PHK secara sepihak.

“Kami ingin agar segala bentuk kesewenang-wenangan ini segera diakhiri. Kami menuntut agar sistem ketenagakerjaan di PT. First Media segera ditinjau ulang,” ujar Samsi.

Selain itu, buruh juga mendesak agar sistem outsourcing di First Media segera dihapuskan. Tuntutan lainnya adalah mendesak pihak First Media segera menyikapi hasil nota pemeriksaan oleh pihak Disnaker Tangerang.

Dalam aksi tersebut, perwakilan buruh diterima oleh perwakilan PT. First Media/Link Net. Sayangnya, dalam pertemuan itu pihak First Media mengaku belum bisa mengambil keputusan karena belum berkoordinasi dengan pimpinannya.

Pihak First Media kemudian menjanjikan akan menggelar pertemuan dengan pihak buruh pada hari Senin (10/6) mendatang. Karena hasil pertemuan belum memuaskan, buruh First Media pun melanjutkan aksi pendudukan di kantor Disnaker kota Tangerang.

Untuk diketahui, sebelum menggelar aksinya di kantor First Media, Aliansi Buruh Tangerang Raya juga menggelar aksi di kantor PT. Shinta Group. Mereka mendesak agar pihak pengusaha PT. Shinta Group membayar upah pekerja sesuai UMK.

Setelah menggelar orasi beberapa menit, pihak perusahaan tidak juga keluar menemui buruh. Massa kaum buruh pun menggoyang-goyang pagar PT. Shinta Group.

Adapun Serikat buruh yang tergabung dalam Aliansi Buruh Tangerang Raya ini, antara lain, FSBKU, KSN, SBM, SBSI 1992, GASPERMINDO, KSBSI,KEP SPSI, SBPS, SBJP, SPTP Tuntex, Serabutan, dan SPTP Tung Mung.

Mahesa Danu

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut