Al-Fatah dan Hamas Mengadakan Pembicaraan Rekonsiliasi di Lebanon

BEIRUT: Perwakilan dari dua faksi politik yang saling bersaing di Palestina, Hamas dan Fatah, melakukan pertemuan di Ibukota Lebanon, Beirut, untuk mendiskusikan rekonsiliasi, sebuah proses yang didorong oleh Liga Arab, kata sebuah sumber yang dekat dengan pertemuan tersebut pada hari Sabtu (17/7).

Diskusi ini dipimpin oleh Azzam Al-Ahmad, pemimpin blok Al-fatah di dewan legislatif Palestina (Parlemen) dan anggota Komite Sentral, dan Osama Hamdan, pemimpin gerakan perlawanan islam (Hamas) di Lebanon.

Menurut sumber, yang meminta dianonimkan, kedua belah pihak telah bersepakat mengenai masa depan perjanjian untuk bersatu, yang terhenti setelah Hamas, yang mengontrol Jalur Gaza, menolak untuk menandatangani dan diminta untuk memodifikasi dokumen yang disponsori oleh Mesir.

Pertemuan itu berlangsung tenang dan dalam waktu yang lama, meskipun ada kompleksitas isu yang didiskusikan, kata seorang saksi dikutip oleh kantor berita Ma’an Palestina.

Al-Ahmad telah melupakan rincian agenda rapat, namun mengatakan ia telah memberi kesan bahwa “ada sikap baru dan keinginan yang jelas untuk mencapai kesepakatan.”

Menurut wakil al-Fatah, persaingan saat ini antara kedua organisasi akan dibahas “teliti”, seperti juga penyebab dan pilihan untuk mengatasi, dan isu berduri dalam perundingan dengan Israel dan status pengungsi Palestina di Libanon.

Delegasi dari gerakan Al-Fatah, yang dipimpin oleh presiden Otoritas Nasional Palestina, Mahmoud Abbas, dan orang-orang Hamas berkomitmen untuk melanjutkan rapat sampai mereka mencapai pemahaman yang cukup kuat untuk meratifikasi inisiatif Mesir, di Kairo.

Hamas dan Al Fatah harus menetapkan jadwal untuk pemilihan presiden dan parlemen Palestina, restrukturisasi badan keamanan di wilayah-wilayah yang diduduki dan isu-isu lainnya, namun Hamas menolak untuk bernegosiasi dengan atau mengakui Israel.

Bahkan, sekretaris jenderal Liga Arab, Amr Moussa, mengeritik kedua organisasi itu karena menghalangi proses rekonsiliasi, dan memperingatkan bahwa perpecahan mereka menyebabkan mereka membuang-buang kesempatan untuk mendirikan sebuah negara merdeka.

Berbicara di Kairo dengan anggota dari sebuah komite yang ditunjuk oleh Abbas dalam persatuan Palestina, Moussa dan anggota al-Fatah memperingatkan bahwa kegagalan kedua belah pihak akan membuat sebuah proses yang lebih rumit. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut