Aktivis SRMI Pertanyakan Retribusi Pembuatan Kartu Keluarga

Aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI), Rahwinda Lestari, mendatangi kantor kelurahan Manggarai Selatan, Jakarta Selatan, untuk mempertanyakan soal retribusi pembuatan Kartu Keluarga (KK) yang tidak jelas.

Sebelumnya, beberapa orang warga melaporkan kepada Winda bahwa pihaknya dikenakan biaya retribusi sebesar Rp15 ribu untuk perpanjangan KK, sementara aturannya hanya mewajibkan membayar Rp3 ribu untuk KK dan ditambah Rp2 ribu untuk sumbangan PMI.

“Setahu saya biaya pembuatan KK itu cuman 3 ribu, tetapi ditambah 2 ribu untuk biaya PMI, jadi jumlahnya lima ribu rupiah.” Ujar pak Sri Sapta, ketua RT3, RW3, kelurahan Manggarai Selatan.

Warga merasa janggal lantaran di papan pengumuman tertulis ketentuan retribusi Rp3 ribu untuk warga negara Indonesia (WNI), sedangkan untuk warga negara asing (WNA) dikenakan biaya Rp6 ribu.

Disamping persoalan retribusi pembuatan KK, warga juga mengeluhkan bentuk pelayanan publik di kantor Kelurahan yang kurang bersahabat dengan warga.

Akibatnya, karena kesal dengan muka tidak bersahabat petugas kelurahan, maka warga pun lebih suka memilih calo untuk membantu pengurusan KK.

Winda menegaskan bahwa petugas kelurahan seharusnya mengutamakan sikap ramah dan bersahabat dalam memberikan layanan publik kepada rakyat, sebab hal itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab mereka.

Menanggapi pelaporan ini, Lurah Manggarai Selatan, Wawan Budi Rohman, berjanji untuk menindak-lanjuti laporan warga dan akan memperbaiki kinerja mereka dalam melayani warga.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • sigit setia eka

    ya, kemaren aku (sigit ) dan Sapta(pengurus Rw 5, Mang Sel) dipanggil pak Lurah Mang Sel, kami berbincang ber empat( ditambah Pak Hamidi, Bendahara Kel), pak Lurah menyatakan trima kasih atas pelaporan ini, dan berjanji akan melakukan pembinaan serta kontrol, agar tidak ada pungli lagi…yaah mudah2an aja, tapi kita juaga hrs ikut mengawasi lho…