Aktivis Mahasiswa Chile, Camila Vallejo, Kalah Dalam Pemilu Di Kampusnya

Pemimpin gerakan mahasiswa Chile, Camila Vallejo, yang selama enam bulan terakhir telah melejit namanya di seluruh Chile dan dunia, gagal untuk terpilih kembali sebagai Presiden Federasi Mahasiswa Universitas Chile (Fech).

Dalam pengumuman hasil pemilu rabu (7/12) kemarin, Camila harus mengakui keunggulan dari partai “Creating Left”, Gabriel Boric, yang mengumpulkan 4,053 suara. Camila sendiri hanya meraih 3.864 suara.

Meski begitu, Camila Vallejo akan tetap menjabat kepemimpinan FECH sebagai wakil presiden. Hal itu dimungkinkan karena partainya, Komunis muda, berhasil meraih peringkat kedua dalam perolehan suara.

Gabrial Boric, presiden baru FECH yang baru terpilih, berjanji akan membawa kampusnya akan memainkan peranan penting dalam politik Chile dan gerakan mahasiswa. “Kami menyadari tanggung jawab sejarah bahwa kami bagian dari gerakan yang tidak hanya bertujuan mengubah sistim pendidikan, tetapi mengubah Chile,” katanya.

Sementara Vallejo merasa senang dengan hasil pemilihan. Ia menganggap pemilihan telah menempatkan mahasiswa kiri mendominasi kepemimpinan di FECH. “Mayoritas sayap kiri mengekspresikan dirinya dalam perolehan suara dan jelas mewakili mayoritas besar dalam gerakan, baik di dalam universitas maupun diluarnya,” kata Camila Vallejo.

Komposisi kepemimpinan Federasi Mahasiswa Universitas Chile didominasi oleh partai “Creating Left” dan “Komunis Muda”.

Pejabat pemerintah segera merespon hasil pemilu ini. Andrés Chadwick, jubir dari pemerintah, mengaku pemerintah menghormati keputusan demokratis mahasiswa universitas Chile. Ia berharap bisa bekerjasama dengan presiden baru.

Tetapi komentar jubir pemerintah itu segera dibantah Presiden baru FECH. Katanya, musuh mahasiswa tidaklah di dalam kampus, melainkan di parlemen dan pemerintah.

Kelihatannya, Gabriel Boric akan mengambil posisi indendepen dari kekuatan politik manapun, termasuk dari kekuatan oposisi Chile. Strategi ini tentu berbeda dengan apa yang pernah ditempuh Camila Vallejo, yang berusaha menggandeng oposisi Concertación dalam menekan pemerintah.

Gabriel mengaku tidak lagi akan bekerjasama dengan partai tradisional. Pihaknya akan menciptakan sektor politik baru yang mewakili ketidakpuasan rakyat Chile yang merasa tidak lagi diwakili oleh kanan maupun kiri-tengah (Concertación).

Ia kelihatannya lebih tertarik menarik aliansi dengan sektor gerakan sosial untuk menciptakan kekuatan politik baru. Sebab, baginya, kerangka institusi politik di Chile tidak punya kemampuan untuk menjawab tuntutan gerakan mahasiswa.

RAYMOND SAMUEL

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut