Aktivis Kecam Penangkapan Tiga Pedagang Pasar Gelugur

Kriminalisasi terhadap perjuangan rakyat kembali terjadi. Kali ini menimpa tiga pedagang Gelugur Rantau Prapat, Labuhan Batu. Kejadian itu berlangsung saat Polisi dan Satpol PP menggusur paksa pedagang pasar Gelugur (1/3/2012).

“Ini adalah kriminalisasi perjuangan rakyat. Ini juga bentuk intimidasi terhadap pedagang agar penggusuran yang dilakukan Pemkab Labuhanbatu dapat berjalan tanpa ada perlawanan dari pedagang lainnya,” kata Ahmad Efendi, aktivis dari Forum Studi Intelektual (Fosil) Labuhan Batu.

Padahal, kata Ahmad, sejumlah pedagang saat penggusuran berlangsung juga mengalami tindakan kekerasan. “Banyak yang dipukuli oleh Satpol PP. Tetapi polisi tidak mengusut kasus ini,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pada 1 Maret 2012 lalu, Pemkab Labuhan Batu mengerahkan ratusan Satpol PP untuk menggusur pedagang pasar Gelugur. Saat petugas Satpol PP datang, para pedagang menolak untuk digusur.

Bentrokan pun pecah. Sebagai upaya mempertahakan diri, sejumlah pedagang melempari petugas. Saat bentrokan itulah kaca mobil truk milik Dinas Pasar Dan Kebersihan Labuhanbatu terkena lemparan.

Kejadian sepele itu pula yang dijadikan dalih oleh Polisi untuk menangkap ketiga pedagang. Selain tuduhan melakukan pengrusakan, para pedagang juga dituding melakukan provokasi.

NIKO SILENCE

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut