Aksi Tolak Impor Beras di Gowa Dipaksa Bubar

Aksi belasan mahasiswa yang menolak kebijakan impor beras di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, dipaksa bubar oleh aparat keamanan, Kamis (25/1/2018).

Pihak keamanan beralasan, aksi yang digelar oleh Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) ini tidak mengantongi surat izin dari pihak kepolisian.

Selain itu, aksi ini digelar bertepatan dengan kunjungan Wakil Presiden Yusuf Kalla ke kampus  Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Alauddin Makassar.

Sebelumnya, sekitar pukul 15.00 WITA, belasan orang aktivis LMND Gowa menggelar aksi mimbar bebas menolak kebijakan impor beras. Mereka memulai aksinya dari lapangan Syekh Yusuf menuju depan kantor DPRD setempat.

Di depan kantor DPRD, mereka menggelar orasi-orasi sambil membagikan selebaran kepada pengguna jalan.

“Aksi ini bagian dari kampanye Posko Menangkan Pancasila Kabupaten Gowa untuk mengeritik kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat,” kata Muhammad Syaipul, aktivis LMND sekaligus koordinator Posko Menangkan Pancasila Kabupaten Gowa.

Menurut dia, kebijakan pemerintah mengimpor beras dari Vietnam dan Thailand sangat tidak sesuai dengan realitas Indonesia sebagai negara agraris.

“Masak negara agraris mengimpor beras, ini kan berarti ada yang tidak beres,” tuturnya.

Karena itu, bagi Syaipul, kebijakan impor beras ini sangat terkait dengan agenda neoliberal untuk memaksakan liberalisasi impor, termasuk produk pangan.

Dia menilai banyak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang terlalu dikendalikan oleh pasar, sehingga mengabaikan kepentingan rakyat dan cita-cita Trisakti.

Igaruddin Ombe

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut