Aksi Protes Rakyat Terus Berlanjut Di Haiti

Aksi protes rakyat di Haiti sudah hampir mencapai ibukota negeri itu, Port-Au-Prince, pada hari jumat.

Demonstran juga memperingatkan bahwa demonstrasi akan terus berlanjut, sampai pasukan PBB asal Nepal, yang dipersalahkan sebagai penyebab penyebaran penyakit Kolera, dikeluarkan.

Ratusan pemuda berbaris untuk melancarkan aksi damai di lapangan Champ-de-Mars, yang berada di dekat istana Kepresidenan yang sudah runtuh, dan kelompok lain berkumpul di Cité Soleil, lingkungan terbesar dan termiskin di Port-au-Prince, dimana sebagian besar kasus kolera dilaporkan dari tempat ini.

Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan kedua kelompok demonstran itu, yang telah mengancam akan terus menggelar aksi agar pasukan PBB segera keluar dari negeri itu.

Batalyon misi PBB, yang dikenal dengan nama MINUSTAH, tiba di negeri itu beberapa hari setelah kasus kolerasi muncul dan setelah kasus kolera diumumkan oleh pemerintah Nepal, dimana penyakit endemik ini dinyatakan sebagai masalah nasional.

Penduduk Haiti menuntut tanggung jawab pasukan PBB untuk bertanggung-jawab atas pembuangam sampah manusia di sungai Artibonite, tempat dimana bakter penyebab wabah kolera, Vibrio Cholerae type 1, ditemukan.

Korban Kolera Terus Berjatuhan

Kementerian Kesehatan Haiti melaporkan jumlah korban tewas akibat kolera sudah menghampiri seribu orang.

Sementara puluhan ribu orang dirawat di rumah sakit semenjak wabah kolera menkangkiti negeri itu.

Lembaga kemanusiaan dan pemerintah Haiti sedang berjuang keras untuk mencegah agar penyakit kolera tidak memasuki ibukota Negara, Port-au-prince, karena dikhawatirkan akan menyerang para pengungsi.

Daerah-daerah yang paling parah terkena wabah kolera adalah di provinsi Artibonite yang terletak di Haiti tengah, tempat 595 orang meninggal.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
Tags: