Aksi Pendudukan Di Depan DPR Dibubarkan Polisi

Sore tadi, sekitar pukul 17.00 WIB, aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) dan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) berusaha membangun tenda di depan gedung DPR. Ini bagian dari rencana aksi pendudukan di depan DPR untuk menolak kenaikan harga BBM.

Namun, belum juga niat itu terlaksana, Polisi dan Satpol PP sudah mengepung massa aksi. Satpol PP juga berusaha merampas sejumlah poster aksi dan perlengkapan untuk pendudukan.

Upaya massa aksi untuk bernegosiasi dengan polisi juga menemui kegagalan. Akhirnya, massa aksi pun memilih bertahan dengan duduk-duduk di sekitar lokasi aksi.

Akan tetapi, menjelang magrib, pasukan polisi kembali mengepung massa aksi dan memaksanya meninggalkan sekitar gedung DPR. “Tidak boleh ada aksi pendudukan di sini,” kata Kapolsek Metro Tanah Abang, AKBP Johnson Ronald.

Tindakan sewenang-wenang polisi ini coba dilawan massa aksi. Namun, karena kalah dari segi jumlah, massa aksi pun terdesak mundur. “Kalau sekarang kita gagal bangun tenda, besok kita akan lakukan lagi,” kata Henri Anggoro, salah seorang aktivis Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI).

Ketua Umum SRMI, Wahida Baharuddin Upa, yang berada di tengah-tengah aksi ini, mengatakan, tindakan kepolisian ini menunjukkan bahwa rezim SBY semakin paranoid dengan berbagai aksi protes rakyat.

“Respon rezim SBY terhadap protes rakyat sangat berlebihan. Mestinya SBY merespon tuntutan rakyat melalui dialog. Ini malah menggunakan pendekatan yang sangat represif,” kata Wahida.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut