Aksi “Occupy Jakarta” Masih Berlanjut

Kegiatan aksi “Occupy Jakarta” berlanjut hari ini, Jumat (21/10) dimulai pukul 13.00 sampai berakhir sekitar pukul 19.00 WIB. Aksi hari ketiga ini melibatkan sekitar tiga puluh peserta yang hadir dari beragam latar belakang, seperti pekerja/buruh, akademisi, pekerja sosial, seniman, mahasiswa, dan ibu rumah tangga. Meski tidak sebanyak hari pertama, aksi ini tetap menarik perhatian aparat keamanan dan pekerja di sekitar gedung Bursa Efek Jakarta (BEJ).

Pola yang demokratis tetap dipertahankan oleh para inisiator dengan memberi kesempatan kepada seluruh peserta yang hadir untuk mengungkapkan pandangan atau sekadar menyampaikan uneg-unegnya. Sejumlah poster tuntutan tetap terpajang di sepanjang pagar pinggir jalan.

Inspirasi dari aksi 99% versus 1% di Wall Street, Amerika Serikat, yang telah berlangsung sejak September lalu tampaknya menjadi pendorong sebagian peserta aksi. “Saya melihat aksi occupy oleh 99% adalah tepat dan relevan dengan situasi kita sehingga saya datang ke tempat ini,” kata salah seorang peserta aksi yang mengaku dari pekerja media.

Selain mengungkapkan pandangan dari masing-masing peserta, aksi ini juga diisi dengan pembacaan puisi oleh sejumlah peserta aksi. Sajak-sajak kerakyatan karya penyair Wiji Thukul antara lain yang banyak dibacakan.

Sementara Hilmar Farid, sejarawan dan pengajar di Universitas Indonesia, mengungkapkan bahwa yang terpenting adalah upaya untuk belajar bersama dari tiap proses ini. “Salah satu persoalan yang kita hadapi sekarang adalah masalah pendidikan yang diabdikan untuk kepentingan 1% kelas atas. Bagaimana caranya agar kita dapat membaliknya, bahwa pendidikan harus mengabdi pada kepentingan 99% atau mayoritas rakyat,” ungkapnya.

Senada dengan itu, Ajeng Kesuma, yang mengaku hadir sebagai warga negara yang resah dan menginginkan perubahan. “Kita boleh ‘bermimpi’ bahwa proses ini akan menjurus pada sebuah perubahan radikal, tapi dari sini kita bisa belajar bersama tentang persoalan yang ada dan cara menghadapinya bersama”.

Aksi ini akan kembali dilanjutkan hari Sabtu besok, dimulai pada waktu dan tempat yang sama, dan menurut rencana akan diisi dengan kegiatan diskusi. “Ini hari yang luar biasa, karena peserta yang hadir semakin beragam. Kita harapkan akan tetap terus berlangsung pada hari-hari  selanjutnya. Meski masih sedikit tapi yang penting semangat kita tetap terjaga untuk tetap berlangsung,’ kata Sari Putri, seorang seorang penggiat sosial dan ahli gizi anak-anak yang turut menginisiatori gerakan ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut