Aksi Menolak Kunjungan Boediono, 15 Mahasiswa Blitar Ditangkap

Polisi menangkap 15 orang aktivis mahasiswa di Blitar, Jawa Timur, Senin (20/2/2012). Penangkapan tersebut terjadi saat puluhan mahasiswa menggelar aksi menolak kedatangan Wakil Presiden Boediono di bumi proklamator tersebut.

Mahasiswa yang ditangkap itu merupakan aktivis Front Mahasiswa Revolusioner (FMR). Mereka menggelar aksi menentang kedatangan Boediono di depan kantor DPC Partai Demokrat Blitar.

Polisi beralasan, penangkapan tersebut dilakukan karena para aktivis tidak mengantongi surat ijin pelaksanaan aksi.

“Kami sudah menyampaikan pemberitahuan aksi. Itu pun tujuannya agar aksi kami dikawal dengan baik. Ini malah membubarkan tanpa alasan,” kata Trianto, salah seorang pimpinan aksi.

Sebelumnya, sekitar pukul 15.00 WITA, puluhan aktivis FMR menggelar aksi menentang kedatangan Budiono di kota Blitar. Menurut massa aksi, Boediono adalah agen imperialisme di Indonesia.

“Rakyat Indonesia miskin dan sengsara karena imperialisme. Sedangkan SBY dan Boediono adalah agen imperialisme di Indonesia,” teriak seorang massa aksi.

Massa aksi juga mempersoalkan keterlibatan Boediono dalam kasus korupsi Bank Century. Dengan tidak jelasnya penyelesaian kasus tersebut, massa menganggap rejim berkuasa sengaja melindungi Boediono.

Aksi serupa juga digelar oleh aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) cabang Blitar. Mereka menggelar aksinya di pertigaan Herlingga, Kecamatan Sananwetan, Kota Blitar.

Aksi ini juga dibubarkan paksa oleh Polisi. Sejumlah mahasiswa mengalami perlakukan kekerasaan saat pembubaran berlangsung. Polisi juga menangkap sejumlah aktivis mahasiswa.

Hingga malam ini, berdasarkan info terakhir yang kami dapatkan, seluruh aktivis mahasiswa yang ditangkap sudah dibebaskan.

ULFA ILYAS

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • ondez

    boediono merupakan salah satu dri org yg hrus bertanggung jwab trhadap kasus bank centry n tolak za boedino tcu dtg