Aksi Long March 1000 km: Satu Petani Tertabrak Motor, Satu Pingsan

Purwanto, salah seorang petani peserta aksi jalan kaki Jambi-Jakarta (1000 km), tertabrak kendaraan bermotor, Jumat (14/12) pagi, sekitar pukul 07.00 WIB. Tabrakan itu menyebabkan kaki kanan Purwanto patah. Petani asal Dusun Mekar Jaya, Sarolangun, itu pun dilarikan ke Rumah Sakit.

Menurut Yoris Sindhu Sunarjan, Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN), peristiwa itu terjadi ketika hendak menyebrang jalan. “Jadi, tadi pagi itu kawan-kawan petani hendak sarapan pagi. Karena rumah untuk sarapan ini diseberang, makanya kami semua menyebrang. Dan Pak Purwanto tertabrak saat itu,” kata Yoris.

Kata Yoris, Purwanto sempat dibawa ke rumah sakit Bayung Lencir. Namun, karena fasilitas rumah sakit tersebut kurang memadai, Purwanto dibawa ke UGD Rumah Sakit Umum Jambi. “Beliau sudah dibawa ke UGD RSU Jambi,” ungkapnya.

Karena kejadian itu, Yoris mengatakan, rencana aksi jalan kaki untuk hari ketiga kemungkinan akan ditunda dulu. “Untuk hari ini, aksi jalan kaki kemungkinan kita tunda dulu. Sebab, kawan-kawan petani harus mengurus pak Purwanto dulu,” tuturnya.

Rencananya, para petani akan menggelar diskusi terbuka dengan warga Desa Sukajaya, Bayung Lencir, Banyuasin. “Kami akan mengajak warga desa di sini untuk berdiskusi soal perjuangan kaum tani. Sebab, mayoritas warga di sini juga adalah petani,” kata Yoris.

Sementara itu, tadi malam (13/13), ketika hendak beristirahat, seorang petani bernama Yusran, 25 tahun, jatuh pingsan. “Ia (Yusran) berjalan terseok-seok dan langsung jatuh pingsan,” kata Yoris.

Yoris mengungkapkan, kondisi jalan dan cuaca yang agak terik memang sangat menguras energi petani. Meskipun demikian, petani bertekad akan terus melanjutkan aksi ini hingga sampai di depan Istana Merdeka. Para petani Jambi ini menggelar aksi long-march 1000 km (Jambi-Jakarta) untuk menuntut “Tanah untuk Rakyat”.

Ulfa Ilyas 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut