Aksi Kemanusiaan Seniman Wayang Uwuh

Di tengah pagebluk, ada banyak aksi solidaritas dari bawah yang membuat kita tetap bangga melihat dunia. Salah satunya yang dilakukan oleh seniman wayang uwuh.

Iskandar Harrdjodimuljo, seorang seniman wayang uwuh, tergerak untuk melakukan aksi kemanusiaan untuk menolong warga yang terdampak pandemi.

Hampir setiap hari, sejak 2 minggu lalu, ia menggelar aksi “Wayang Bersedekah”. Bertempat di jalan Cawang Baru Utara, Jakarta Selatan, ia memasang triplek yang ditempel di pohong mati, lalu digantungi paket sembako.

“Ini selalu ludes habis, tak sampai 15 menit,” kata Iskandar kepada berdikarionline.com, Minggu (19/4/2020).

Iskandar menceritakan, aksinya ini bermula dari keprihatinan terhadap keadaan warga di sekitarnya yang terdampak oleh pandemi korona.

Karena itu, berbekal niat yang kuat, meskipun dengan modal pas-pasan, seniman yang kerap mengenakan pakaian Jawa ini tetap bergerak.

“Harapan saya semoga gerakan ini menular ke banyak orang, karena di kondisi krisis akibat wabah kita harus saling mendukung,” ujarnya.

Bermula dari modal Rp 150 ribu, Iskandar membeli sekardus mie intant isi 40 bungkus. Lalu, mie instan itu dibagi dalam 15 belasan kantong kresek.

“Mereka yang terima bantuan ini senang sekali. Wajah mereka berbinar-binar,” kenangnya.

Awalnya juga, agar gerakan kemanusiaannya ini berkelanjutan, ia membagi hasil penjualan lukisan kaca. Separuh untuk kebutuhan dapur di rumah, separuhnya lagi untuk solidaritas.

Melihat respon terhadap aksinya cukup tinggi, Iskandar pun membagikan pengalaman aksinya di media sosial. Rupanya, banyak orang yang bersimpati terhadap gerakannya dengan membeli wayang uwuh.

“Kadang terbeli 10 wayang, kadang 9 wayang,” tutur seniman yang karyanya pernah mejeng di Art Centre Bangkok  ini.

Harga wayang uwuh bervarisasi, dari 25 ribu, 50 ribu, hingga 100 ribu. Harga itu tergantung pada tingkat kesulitan pembuatannya. Pembelinya pun beragam, dari teman, sesama seniman, hingga pengguna medsos.

Sejak itu, paket sembako yang digantung di triplek tak lagi hanya mie instan, tetapi ditambah gula, teh, susu, kopi, sabun,minuman sereal energen.

Ia berencana, setelah pageblug berlalu, wayang-wayang hasil karnya akan disumbangkan ke sekolah-sekolah untuk membantu guru dalam pengajaran.

“Saya akan sumbangkan wayang karya saya ke sekolah-sekolah untuk bahan edukasi lingkungan dan budaya. Karen wayang saya ini, selain bentuk produk budaya, bahan bakunya juga dari sampah,” katanya.

Setidaknya, hingga sekarang, sudah ada 3 sekolah di Tangerang yang mengajukan permintaan.

Tejo Priyono

Share your vote!


Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Fascinated
  • Happy
  • Sad
  • Angry
  • Bored
  • Afraid