Aksi Jahit Mulut Warga Pulau Padang Bertambah 10 Orang

Jumlah warga Pulau Padang, Kepulauan Meranti, Riau, yang sedang menggelar aksi jahit mulut di depan gedung DPR akan bertambah 10 orang. Dengan demikian, jumlah warga yang menggelar aksi jahit mulut sebanyak 28 orang.

“Hari ini ada 10 orang lagi yang akan jahit mulut. Kami memang berencana setiap hari ada penambahan 10 orang,” ujar Isnadi, koordinator lapangan aksi jahit mulut petani Pulau Padang, Rabu, 21 Desember 2011.

Sepuluh warga itu akan memulai aksinya siang ini. Tidak seperti aksi jahit mulut hari pertama, aksi jahit mulut kali ini akan dibantu oleh paramedis. “Kami akan dibantu oleh relawan medis. Sebelumnya, warga juga sudah melakukan pemeriksaan kesehatan,” katanya.

Menurut pantuan Berdikari Online, sejumlah peserta aksi jahit mulut mulai mengalami gangguan kesehatan, seperti maag dan mual. Purwanti, salah seorang peserta aksi jahit mulut, mengaku mengalami gangguan mual sejak beberapa hari ini.

Namun, meski begitu, Purwanti menolak dilarikan ke Rumah Sakit. Ia memilih tetap bertahan di depan gedung DPR, bersama dengan kawan-kawan seperjuangannya untuk menuntut pencabut SK menhut nomor 327 tahun 2009.

Sejumlah organisasi tampak memberikan solidaritas kepada warga Pulau Padang. Selain itu, tampak pula sejumlah anggota DPD RI asal Riau yang memberikan solidaritas dan dukungan kepada perjuangan petani.

Dua anggota DPD asal Riau, Instsiawati Ayus dan Gafar Usman, menyampaikan dukungan langsung kepada petani di depan DPR. Mereka berjanji akan mendesak pihak pemerintah daerah untuk segera menyelesaikan kasus ini.

Dukungan juga disampaikan oleh Fraksi PDI Perjuangan. Melalui salah seorang anggota Fraksi PDI Perjuangan, Arif Wibowo, PDIP Perjuangan menyatakan dukungan kepada perjuangan warga Pulau Padang.

Sementara itu, Ketua Umum Serikat Tani Nasional (STN), Yoris Sindhu Sunarjan, mengajak berbagai organisasi rakyat memberikan dukungan kepada perjuangan petani Pulau Padang.

“Konflik agraria di Pulau Padang adalah salah satu contoh dari buruknya perlindungan negara terhadap hak rakyat atas tanah. Ini adalah momen menyatukan gerakan tani untuk menuntut penyelesaian konflik agraria di Indonesia,” kata Yoris.

STN sendiri sudah seminggu lebih bersama dengan kaum tani Jambi, Riau, dan Lampung yang sedang melakukan aksi pendudukan di gedung DPR.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • christy aldila rachman

    harus kah menunggu mereka mati dahulu baru ada perubahan???

  • Akbar

    kasihan petaninya…..sudahkah mereka dipandaikan terlebih dahulu oleh para aktifis pendampingnya tentang posisi dan hak-haknya?. Atau para petani yang menjahit mulut hanya sebagai alat untuk “show of forced” ormas tertentu yang patut di duga berafiliasi dengan partai politik tertentu?…..

    Tidakkah mereka berangkat ke ibu kota dengan biaya sendiri??….tidak sedikit pula harta yang tergadai untuk itu…… SADARLAH

  • agus

    kalo komentar jangan malah menyakitkan kami warga pulau padang,kalo boleh tau posisimu dimana, PT RAPP dan Pejabat serakah atau…………..