Aksi Blokade Jalan Di Lambu Bima Masih Berlangsung

Aksi blokade sejumlah jalan masuk desa di kecamatan Lambu, Bima, Nusa Tenggara Barat, masih berlanjut hingga sekarang. Bahkan, dalam aksi blokade hari kedua ini, aktivitas lalu-lintas praktis terhenti total.

“Aksi blokade jalan ini untuk mencegah masuknya pasukan Brimob. Maklum, warga khawatir jika Brimob tiba-tiba masuk dan melakukan penyisiran,” ujar Musatin Gery, aktivis Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) sedang berada di kecamatan Lambu.

Aksi blokade dilakukan dengan memasang batu, batang pohong, balok kayu, dan lain-lain. Menurut informasi, panjang jalan yang diblokade oleh rakyat Lambu mencapai 8 kilometer.

Selain itu, untuk menjaga keamanan kampung, warga mengadakan siskamling di masing-masing desa. Warga sendiri khawatir jika Brimob masuk ke desa-desa. Pasalnya, ada isu bahwa sejumlah warga dan aktivis mahasiswa sudah ditetapkan sebagai DPO.

Sementara itu, jumlah korban tewas bertambah satu orang lagi, yaitu Syarifuddin. Ia diduga meninggal dunia karena penyakit jantung dan shock akibat peristiwa kekerasan beberapa hari lalu. Dengan demikian, jumlah korban kekerasan polisi di Bima yang sejauh ini sudah terdata adalah tiga orang.

AGUS PRANATA

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut