Ahmadinejad Serukan Front Persatuan

Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad telah menyerukan untuk sebuah solusi regional untuk konflik Afghanistan pada hari Jumat, saat menggelar pertemuan dengan koleganya dari Afghanistan dan Tajik di Teheran.

Saat membuka pertemuan tripartit pemimpin dari negara berbahasa Persia, Mahmoud Ahmadinejad berkata kepada Presiden Afghanistan Hamid Karzai dan Perdana Menteri Tajikistan Emomali Rahmonov: “Masalah Afganistan harus diselesaikan negara-negara di kawasan itu – orang lain tidak dapat melakukannya.”

“Keamanan kita terikat dan turut menderita dari apa yang terjadi di Afghanistan, ditinjau dari sudut pandang emosional dan keamanan,” kata pemimpin Iran.

Kabul membina hubungan baik dengan Teheran meskipun sangat tergantung pada Amerika Serikat. Presiden Karzai berseru kepada pemimpin lain yang melingkari meja segitiga sebagai “saudara tersayang”.

Presiden Ahmadinejad, yang telah berkunjung ke Afghanistan dua kali selamat menjabat sebagai presiden, meminta koalisi militer Barat untuk segera pergi dari negeri itu.

“Orang-orang Eropa dan NATO tidak tertarik pada kemajuan tiga negara kita,” kata Presiden Ahmadinejad selama pertemuan, yang disiarkan langsung di televisi negara.

“Mereka yang memberikan tekanan dari luar negeri adalah tamu yang tidak diinginkan dan harus pergi.” Ujarnya.

Pemimpin Iran ini juga menganggap perlu kerjasama antara ketiga negara di bidang transportasi, energi, dan perdagangan.

Namun, ia memperingatkan bahwa banyak negara barat tidak mengingkan persahabatan di antara ketiga negara terbentuk dikawasan ini, karena persatuan itu akan menjadi rintangan dari apa yang disebut perluasan barat melalui NATO.

“Semua yang datang dari barat mewakili NATO, mereka ingin menekan Tiongkok, Rusia, dan India, dan jika mereka dikonfrontasi oleh tiga negara independen, ini akan memperkuat negara-negara ini, itu adalah sebuah rintangan,” katanya.

Ahmadinejad menyambut baik saran Mr. Rahmon mengenai rel kereta api “silk route” yang akan dibangun dengan menghubungkan Iran, Afghanistan, Tajikistan, Kyrgyzstan dan Cina.

Dan dia meminta hubungan kerjasama energi yang lebih dekat, sambil mencatat bahwa Iran dan Tajikistan adalah produsen energi, sementara Afghanistan membutuhkan energi.

Dalam pernyataan akhir, ketiga negara menekankan hak seluruh penanda-tangan Perjanjian Non-Proliferasi untuk bisa mengakses energi nuklir untuk tujuan damai.

Mereka juga setuju bekerja sama untuk menindak keras terorisme dan perdagangan narkoba.

Ketiga presiden ini kemudian bertemu dengan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, yang mengatakan: “orang asing yang datang ke Afghanistan di bawah bendera jaminan keamanan dan demokrasi mulai menarget rakyat sipil, sementara keberadaannya tidak memiliki hasil apapun kecuali kejahatan dan korupsi.”

“Kekuasaan ini hanya setelah mereka berkepentingan di wilayah ini.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut