Agus Pranata: Ada Skenario Menjebak Kami

BAU-BAU: Aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD), Agus Pranata menduga adanya skenario besar, antara kejaksaan, kepolisian, dan pengadilan, untuk menjebak dan mengkriminalkan keseluruhan aktivis mahasiswa dan rakyat Telaga raya.

Kepada Berdikari Online, Senin (5/7)Agus Pranata mengungkapkan, pihaknya baru mengetahui adanya pertemuan trio penegak hukum, yaitu Jaksa, Kapolres, dan Hakim, untuk membahas kasus Telaga Raya.

“Pada tanggal 23 Juni lalu, ada pertemuan antara pihak Kapolres, Jaksa, dan Pengadilan Negeri Bau-Bau. Ini tidak dibenarkan dalam proses hukum acara. Pastinya ada skenario diantara mereka.” Ujarnya.

Untuk sementara, para aktivis dan warga didakwa dengan pasal 170 KUHP mengenai pengrusakan dan pasal 160 KUHP mengenai penghasutan. Di sini terjadi keganjilan, sebab Polisi sudah memegang barang bukti mengenai siapa pelaku pengrusakan, sehingga pasal ini tidak dapat dikenakan kepada keseluruhan aktivis dan warga.

Agus menambahkan, ada dua orang warga sudah menjalani sidang di pengadilan, namun mereka belum pernah menerima surat dakwaan dan berkas acara dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Terkait berbagai pelanggaran ini, Agus Pranata meminta dukungan kepada organisasi pergerakan rakyat untuk segera menyambungkan kasus ini dengan Komisi Yudisial, supaya hakim yang bermasalah ini segera mendapatkan sanksi.

Untuk diketahui, Agus Pranata dan puluhan aktivis lainnya ditangkap Kepolisian saat menggelar aksi protes di depan kantor PT. Arga Morini Indah (AMI). Mereka memperjuangkan pembayaran ganti rugi lahan dan tanaman milik warga Telaga Raya. Mereka sudah ditahan sejak bulan mei lalu. (Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut