Abaikan Tuntutan Petani Jambi, Menhut Zulkifli Hasan Asyik Gangnam Style

Menhut-gangnam-style

Sudah sebulan penuh ratusan petani Jambi menginap di depan Kementerian Kehutanan RI di jalan Gatot Subroto, Jakarta. Namun, sampai hari ini, Menhut Zulkifli Hasan tak kunjung menemui petani.

Ironisnya, pada hari minggu (16/12) kemarin, Menhut Zulkifli Hasan asyik ber-gangnam style di Bundaran Hotel Indonesia (HI). Menhut Zulkifli Hasan bersama Menko Perekonomian, Hatta Radjasa, terlihat sangat menikmati tarian karya Park Jae-sang (PSY) tersebut.

Seperti dilaporkan sejumlah media massa, kehadiran Menhut Zulkifli Hasan di tempat tersebut terkait dengan peringatan HUT World Wide Fund (WWF) ke-50. Di acara itu, Menhut Zulkifli Hasan juga membagikan 1500 bibit pohon kepada warga yang sedang menikmati “Car Free Day”.

Mengetahui informasi di atas, petani Jambi pun kecewa berat. “Bayangkan, kami sudah sebulan berkemah di depan kantor Menhut. Tapi pihak Menhut Zulkifli Hasan tidak pernah sekalipun menengok kami. Eh, dia malah asyik menari Korea,” kata Nurlela, petani asal Mekar Jaya, Kabupaten Sarolangun, Jambi.

Menurut Nurlela, Menhut Zulkifli Hasan sebagai pejabat negara seharusnya mendahulukan penyelesaian persoalan rakyat, khususnya pengaduan ratusan petani Jambi di depan Kemenhut.

“Kami datang ke Jakarta ini meninggalkan keluarga. Cita-cita kami cuma satu, yaitu mengembalikan hak-hak kami yang dirampas perusahaan. Supaya anak-cucu kami bisa punya masa depan. Itu saja,” tegas Nurlela.

Selama menginap di depan kantor Kemenhut, kata Nurlela, petani hanya berteduh di bawah tenda-tenda darurat. Kalau hujan deras datang mengguyur, beberapa tenda itu bocor dan menciptakan genangan.

Selama aksi pendudukan berlangsung, sudah banyak petani yang jatuh sakit dan dilarikan ke rumah sakit. Kemarin, seorang petani bernama Niar, 45 tahun, terbaring lemah di tenda karena sakit tipes.

Selain petani yang menggelar aksi pendudukan di depan Kemenhut, sebanyak 40 petani Jambi lainnya sedang menggelar aksi jalan kaki (long march) dari Jambi menuju Jakarta (kurang lebih 1000 km). Aksi long march tersebut merupakan respon petani atas sikap Menhut Zulkifli Hasan yang mengabaikan tuntuan petani.

Untuk diketahui, petani Jambi yang sedang menggelar aksi di Kemenhut dan long march ini berasal dari tiga tempat, yakni Suku Anak Dalam (SAD) 113, petani Kunangan Jaya II (Batanghari), dan petani Mekar Jaya (Sarolangun). Mereka sedang memperjuangkan tanah mereka yang dirampas perusahaan.

Masyarakat adat SAD 113 sedang memperjuangkan pengembalian tanah adat mereka yang dirampas PT. Asiatic Persada. Sementara petani Kunangan Jaya II, Batanghari, sedang memperjuangkan tanah mereka yang dirampas oleh PT. Agro Nusa Alam Sejahtera dan PT. Restorasi Ekosistem Indonesia. Sedangkan petani Mekar Jaya, Sarolangun, memperjuangkan tanah mereka yang dirampas oleh PT. Agronusa Alam Sejahtera dan PT Wanakasita Nusantara.

Kusno 

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut