8 Tahun Diinvasi AS, Setengah Juta Rakyat Irak Tewas

Invasi Amerika Serikat ke negara Irak, yang disebut dengan “operasi pembebasan Irak”, sejak tahun 2003 lalu hingga sekarang, ternyata meninggalkan korban yang tidak sedikit di kalangan rakyat Irak.

Sebuah penelitian terbaru, yang baru-baru ini dipublikasikan PLOS (Public Library of Science) Medicine journal, menemukan angka yang sangat mencengankan. Menurut penelitian tersebut, hanya dalam 8 tahun, yakni dari 2003 hingga 2011, sebanyak 460 ribu rakyat Irak tewas karena kekerasan selama pendudukan.

Dari kasus kematian itu, sebanyak 35% dilakukan oleh pasukan AS dan sekutunya, 32% oleh milisi sektarian, dan 11% oleh kriminal. Selain itu, penelitian yang melibatkan peneliti dari Kanada, Amerika Serikat dan Irak itu juga mengungkapkan, sebagian besar kasus kematian (63%) disebabkan oleh tembakan senjata dan 11% oleh bom.

Para peneliti dalam laporan itu mengklaim menyajikan temuan tentang perkiraaan korban tewas paling aktual selama perang di Irak dan konflik kekerasan yang mengikutinya. Mereka mengaku melakukan survei secara acak atas 2.000 rumah tangga di 18 provinsi pada periode Mei hingga Juli 2011 lalu.

Para peneliti mengklaim menggunakan metode yang lebih canggih dibanding penelitian serupa sebelumnya. Meski demikian, mereka mengakui bahwa perkiraan angka mereka masih berkaitan dengan ketidakpastian substansial. “Salah satu masalah yang paling terang adalah bahwa kita meminta orang untuk mengingat kejadian yang sudah cukup lama. Ada banyak yang sudah lumpa, dan yang lupa itu memberikan hitungan lebih rendah,” kata salah seorang penulis, Amy Hagopian, yang juga seorang professor kesehatan global di University of Washington.

Sebelumnya, sejumlah lembaga sudah mencoba melakukan penelitian serupa. Menurut lembaga riset berbasis Inggris,  Iraq Body Count, jumlah korban tewas akibat kekerasan di Irak sepanjang 2003 hingga 2011 mencapai 118. 200 orang.  Iraq Body Count juga mengakui bahwa peledakan/pengeboman dan penembakan hampir menjadi peristiwa harian di Irak pasca invasi tahun 2003.

Pada tahun 2006, The Lancet medical journal menyebut jumlah kematian akibat kekerasan di Irak dalam kurun waktu 2003-2006 mencapai 654.965 orang atau 2,5% dari jumlah penduduk Irak.

Awal Oktober ini saja, serangkaian serangan bom menyebabkan 38 orang tewas di Baghdad. Sementara laporan PBB menyebutkan, hanya untuk bulan September 2013 saja, sebanyak 1000-an orang tewas akibat kekerasan di Irak.

Para peneliti di PLOS Medicine Journal juga mengatakan, jumlah kematian tanpa kekerasan,  terutama karena gagal jantung, juga meningkat setelah invasi. Amy Hagopian mengatakan, orang tidak dapat meninggalkan rumah mereka mencari bantuan medis selama perang, sedangkan rumah sakit kewalahan akibat banyaknya korban luka (akibat bom dan kekerasan).

“Layanan air bersih tertanggu. Tingkat stress sangat tinggi. Listrik tidak ada. Jaringan distribusi untuk barang medis terganggu,” katanya kepada NBC News.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut