77.000 Rakyat Irak Tewas dalam Empat Tahun Ini

BAGHDAD: pihak militer AS baru saja merilis perhitungan terbaru mengenai jumlah korban tewas selama perang, terutama dalam empat tahun terakhir. Data itu menunjukkan bahwa sedikitnya 77.000 rakyat Irak tewas sejak tahun 2004 hingga pertengahan 2008, sangat jauh di bawah perkiraan pemerintah Irak dan beberapa organisasi internasional.

Peridoe dari data militer ini mencakup kekerasan sectarian yang merupakan bagian paling berdarah selama tahun invasi AS di tahun 2003, kata surat kabar al-Mashriq, mengutip daya yang dikeluarkan militer AS.

Statistic menunjukkan bahwa 76,939 dari pasukan keamanan dan rayat sipil tewas terbunuh dan 121,649 luka-luka antara januari 2004 hingga agustus 2008.

Dikatakan pula bahwa 3.952 tentara AS dan aliansi dari pasukan multi-nasional lainnya dinyatakan tewas dalam periode yang sama, sementara 30, 068 dinyatakan luka-luka.

Tidak ada angka yang akurat mengenai korban di kalangan rakyat sipil Irak, tetapi pada akhir oktober lalu sebuah angka yang disusun oleh kementerian Hak Azasi Manusia Irak menyatakan bahwa 85.694 rakyat dan pasukan keamanan irak terbunuh sejak permulaan 2004 hingga 31 oktober 2008, dan 147,195 terluka.

Sementara perhitungan dari Iraq Body Count, lembaga swasta yang berbasis di Inggris, memperkirakan jumlah korban sipil antara 98.252 dan 107.235 untuk periode sejak awal perang hingga 10 september 2010. Gambaran kelompok ini bergantung pada laporan media setiap hari mengenai kejadian di Irak.

Namun, beberapa survey—yang dibasiskan perhitungan kasar mengenai jumlah korban rakyat Irak sebagai hasil dari invasi di tahun 2003 dan berbagai konflik yang menyertainya menggambarkan perkiraan yang tinggi, seperti yang dipublikasikan oleh Lancet, jurnal medis Inggris, dalam oktober 2006, ditemukan 601.000 dibunuh oleh kekerasan sejak awal perang sampai 2006. (diolah dari Xinhua/Rh)

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut