7 Cara Konyol CIA Membunuh Fidel Castro

Fidel Castro, pemimpin revolusi Kuba, merupakan musuh abadi imperialisme Amerika Serikat (AS). Sepanjang hidupnya, dia berhasil memerdekakan sebuah negeri kecil di Kepulauan Karibia yang jaraknya hanya 300-an kilometer dari Miami.

Sejak memenangkan revolusi di tahun 1959, Fidel mendapat 638 upaya pembunuhan oleh CIA/AS. Masa pemerintahannya beririsan dengan 11 Presiden AS.

Bekas Kepala Intelijen Kuba, Fabian Escalante, mencatat setidaknya ada 600 upaya pembunuhan terhadap Fidel oleh delapan periode pemerintahan di AS.

Berbagai cara dilakukan CIA untuk menyingkirkan pemimpin berhaluan komunis itu. Hingga menyerupai adegan dalam film James Bond. Tidak sedikit dari upaya itu pake cara-cara yang terbilang konyol.

Pertama, bom cerutu

Salah satu cara CIA membunuh Fidel adalah lewat cerutu. Maklum, di awal kepemimpinannya, pemimpin revolusi Kuba itu memang identik dengan cerutu dan seragam militer.

Pada tahun 1960, kotak cerutu favorit Fidel diberi bakteri Botulin. Bakteri itu bisa menyebabkan kematian dalam hitungan detik. Beruntung, upaya itu gagal.

Tahun 1966, CIA berusaha berkomplot dengan seorang petugas polisi untuk menempelkan bahan peledak pada cerutu Fidel. Upaya ini juga gagal total.

Konon, untuk menangkal berbagai niat jahat CIA itu, pejabat Kuba membuat cerutu merek khusus, Cohiba, untuk Fidel Castro.

Tahun 1985, Fidel berhenti dari cerutu. Dia bilang itu merupakan pengorbanan untuk kesehatannya.

Kedua, lewat kekasih

Kekasih merupakan salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk membunuh seseorang. Celah itu juga yang berusaha dimanfaatkan oleh CIA.

Tak lama setelah kemenangan revolusi, CIA merekrut seorang perempuan kekasih Fidel. Beberapa sumber menyebut perempuan itu bernama Marita Lorenz.

Skenarionya: Marita akan menyelipkan pil beracun ke Fidel. Nah, supaya tidak ketahuan, pil itu disembunyikan di dalam botol krim kulit. Rupanya, karena ditaruh dalam botol, pil itu sudah meleleh dan tidak bisa digunakan. Gagallah rencana jahat itu.

Fidel mengendus rencana jahat itu. Dia kemudian memberikan pistol kepada kekasihnya. Sebelumnya, dia sudah menebak kalau kekasihnya itu tidak mungkin menembaknya. Dan memang betul, perempuan itu tidak bisa menarik pelatuk.

Ketiga, jamur mematikan di pakaian selam

Gagal lewat cerutu dan perempuan, CIA mengincar kegemaran Fidel yang lain, yaitu scuba diving di lepas pantai Havana.

Kali ini CIA memakai skema agak rumit. Mereka mencoba merancang wetsuit dan peralatan scuba diving yang sudah dilumuri jamur mematikan. Jamur itu bisa menyebabkan penyakit kulit serius dan mematikan.

Sayang, renana ini lagi-lagi gagal. Orang yang dipercaya akan memberikan perlengkapan penuh jamur itu tidak melakukannya. Dia justru memberikan perlengkapan menyelam yang terbebas dari jamur. Lagi-lagi Fidel selamat.

Keempat, kulit kerang berisi bahan peledak

Masih dari kegemaran Fidel untuk melakukan scuba-diving. Kali ini CIA merancang kulit kerang berukuran besar yang terlihat eksotis dan menarik perhatian Fidel.

Namun, kulit kerang raksasa ini sudah diberi bahan peledak dan disimpan di daerah tempat biasanya Fidel melakukan scuba-diving. Mimpinya, Fidel akan tertarik dengan kulit kerang raksasa itu, berusaha mendekat, dan meledak.

Tidak diketahui bagaimana rencana ini dijalankan. Kemungkinan besar perlengkapan berbahaya itu tidak pernah keluar dari laboratorium CIA.

Kelima, susu kocok beracun

Tahun 1963, CIA berusaha membunuh Fidel melalui minuman kesukaannya: milkshake coklat.

Kali ini plotnya sudah berjalan. Seorang agen CIA berhasil menyerahkan sebuah kapsul berisi racun kepada pelayan restoran. Racun itu akan dicampur dengan milkshake yang dihidangkan buat Fidel.

Lagi-lagi plot ini gagal. Kapsul itu tersimpan di lemari pendingin kafetaria di Hotel HavanaLibre (ex Hilton). Dan kapsul itu sudah sobek ketika ditemukan pelayan.

Keenam, Pulpen beracun

Tahun 1963, CIA mencoba skenario ala James Bond: pulpen beracun. Jadi, plotnya: sebuah jarum beracun diselipkan ke dalam pulpen. Jarum beracun itu akan ditusukkan pada Fidel.

Untuk menjalankan misinya, CIA memakai agen Kuba bernama Rolando Cubela. Skenarionya, Cubela akan menusukkan jarum itu ke Fidel secapat mungkin. Tusukan sedikit saja sudah bisa mematikan.

Namun, Cubela menggagalkan rencana itu. Dia yakin tidak berhasil lolos setelah melakukan aksinya.

Ketujuh, mempermalukan di depan umum

Tidak hanya upaya pembunuhan, CIA juga berupaya memperlakukan Fidel di depan umum. Dengan begitu, kharismanya akan rontok. Dan rakyat Kuba akan menjauhinya.

Cara yang dipakai terbilang konyol: mereka mengincar jenggot Fidel. Maklum, mereka melihat jenggot Fidel sebagai salah satu sumber kharismanya. Karena itu, CIA berpikir bagaimana merontokkan jenggot Fidel itu.

Caranya, mereka menaburkan bubuk bubuk thallium ke sepatu Fidel. Efeknya, bubuk itu akan bekerja merontokkan jenggot Fidel. Dan kharismanya pun hilang. Sayang, cara ini gagal.

Skenario lainnya adalah menyemprotkan cairan kimia lysergic acid diethylamide (LSD) ketika Fidel sedang berpidato. Jika berhasil, cairan itu punya efek samping: membuat orang mengalami disorientasi, tampak bingung, panik dan bodoh. Tentu saja, mereka berharap, Fidel akan tampak bodoh dan meracau saat pidato. Dengan begitu, dia akan kehilangan kharisma di depan rakyatnya.

Tetapi tidak jelas bagaimana plot ini dijalankan. Tetapi beberapa sumber menyebut rencana itu menemui kegagalan. —berdikarionline.com

*) diolah dari teleSUR dan beberapa sumber lain

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut