Tolak Privatisasi Air, 600 Aktivis Perempuan Duduki Pabrik Coca-Cola dan Nestlé di Brazil

Ratusan aktivis perempuan anggota Movimento dos Trabalhadores Sem Terra (MST), serikat petani terbesar di Amerika latin, menduduki pabrik dua korporasi multinasional di Brazil, yakni Coca-Cola dan Nestle.

Pada 20 Maret 2018, 600-an aktivis perempuan MST menduduki pabrik Nestle di  São Lourenço, Minas Gerais. Aksi yang dimulai pagi-pagi buta itu berhasil menghentikan aktivitas di pabrik perusahaan makanan dan minuman tersebut.

Tidak hanya menghentikan produksi, para aktivis mengecam kesepakatan antara perusahaan Nestle dan pemerintahan Michel Temer yang mendorong privatisasi dan komoditifikasi air untuk kepentingan bisnis.

Di Samambaia, Brasilia, 350-an perempuan anggota MST juga menduduki pabrik Coca-Cola. Mereka menyemprotkan cat pewarna ke dinding-dinding pabrik untuk menuliskan: “Tinggalkan air kami, Coca-Cola.”

“Bayangkan jika anda harus membeli berbotol-botol air mineral untuk kebutuhan air minum anda setiap hari. Tidak seorang pun menginginkan itu. Jadi tolak privatisasi air,” kata María Gomes de Oliveira, salah seorang pimpinan nasional MST, seperti dikutip oleh The Dawn.

Aksi ini bagian dari kegiatan Fórum Alternativo Mundial da Água atau Alternative World Water Forum (FAMA), sebuah forum dunia yang mempertemukan aktivis pembela hak atas air dari berbagai belahan dunia.

Untuk tahun ini, kegiatan FAMA dihelat di Brazil, menghadirkan 7000-an aktivis pembela hak atas air dari seantero Brazil dan berbagai belahan dunia.

“Kami menyimpulkan bahwa tujuan dari korporasi untuk menjalankan kontrol privat atas air melalui privatisasi, komoditifikasi dan eksploitasi, menjadikannya sumber akumulasi pada skala global, yang menghasilkan keuntungan bagi perusahaan multinasional dan lembaga keuangan global,” demikian sedikit petikan dari statemen hasil pertemuan tersebut.

Pertemuan ini sendiri hanya pertemuan tandingan terhadap pertemuan World Water Forum (WWF). Pertemuan ini juga dihelat di Brazil, dari 18-23 Maret 2018, dengan melibatkan Bank Dunia dan IMF beserta korporasi-korporasi multinasional seperti Coca-Cola, Ambev, Suez, Veolia, Brookfield (BRK Ambiental), Dow AgroSciences, Monsanto, Bayer, Yara, dan lain-lain.

Raymond Samuel

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut