5 Tahun MOU Helsinki: Mahasiswa Tuntut Pembebasan Tapol Napol Aceh

Lhokseumawe: Puluhan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Mahasiswa Aceh (FKMA) melakukan aksi untuk memperingati lima tahun penandatanganan MoU Helsinki antara pemerintah RI dan GAM. Aksi dilakukan di Bundaran Simpang Jam Kota Lhokseumawe, Minggu (15/8).

Saat menggelar orasi-orasi secara bergantian, para mahasiswa menuntut pemerintah Aceh dan Pusat untuk segera membebaskan sisa tahanan politik yang masih mendekam di Penjara Cipinang. “Ini adalah bukti bahwa perdamaian dilakukan setengah hati,” teriak Mandasari, aktivis yang memimpin aksi ini.

Selain itu, mereka juga mendesak supaya Pemerintah Aceh dan pusat untuk secepatnya membentuk pengadilan HAM dan undang undang Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) di Aceh, begitu juga mengenai persoalan Reintegrasi Aceh agar diselesaikan secara menyeluruh sesuai dengan amanah MoU Helsinky.

Untuk itu, mereka mendesak agar pemerintah pusat tidak mengebiri dan mengamputasi kewenangan UUPA dalam hal pengesahan RPP (Rancangan Peraturan Pemerintah), contohnya RPP tentang Sabang, katanya.

Aksi yang berjalan singkat ini mendapat mengawalan ketat dari aparat kepolisian setempat. Setelah menggelar aksinya, massa kemudian menggelar aksi konvoi mengelilingi kota.

Selain di Lhokseumawe, aksi serupa juga digelar di kota-kota lain di Aceh, termasuk di Kota Banda Aceh Sendiri, ibu kota propinsi. Sebelum memulai aksinya, massa berkumpul di Mesjid Baiturrahman Banda Aceh, dan membagi-bagikan selebaran kepada rakyat banyak.

Apa reaksi Anda atas artikel ini?
  • Terinspirasi
  • Senang
  • Sedih
  • Marah
  • Tidak Peduli
  • Takut
  • zulfikar

    Assalamu`alaikum komandan.
    mengenai judul berita rakyat :
    5 Tahun MOU Helsinki: Mahasiswa Tuntut Pembebasan Tapol Napol Aceh yang anda posting pada hari
    Minggu, 15 Agustus 2010 | 23:55 WIB. baru hari ini saya baca.
    saya mohon pada saudara untuk menyimpan semua berkas dan arsip (dokumen) nya (seperti ; pernyataan sikap, foto dokumentasi dan hal-hal lain yang bersifat dokumen)
    ingat ; perjuangan kita belum tuntas, masih banyak kandungan Mou yang belum terimplementasi selam kurun waktu 5 tahun sudah penandatanganannya.
    saya selaku salah satu dari puluhan rekan-rekan mahasiswa yang ikut aksi di Bundaran Simpang Jam Kota Lhokseumawe Minggu (15/8) bersama saudara dan rekan-rekan lainnya turut prihatin dan berbelasungkawa mengenag MoU sampai saat ini masih simpang siur dikalangan masyarakat terlebih yang awam. itu terbukti dengan semakin berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang mengimplementasikannya dalam hal ini PRA=pemerintah rakyat aceh (pemerintah aceh), Legislati (DPR), mereka telah dipilih oleh rakyat, namun sampai detik ini kedurhakan mereka terhadap rakyat semakin hari semakin berjamur saja. contoh nyata korupsi 220 miliar lebih dana kas aceh utara. yang lebih ngeri lagi saya baca di modus aceh pada judul GURIHNYA DANA APBD ACEH. yang isu-isunya per orang dapat 64 juta yang pelakunya tak lain adalah anggota DPRA yakni pengemban amanat rakyat.
    kemarin hari senin tanggal 28-03-2011 saya ikut di forum seminar sosialisasi MoU helsinki di Gor UNIMAL Uteun Kot Cunda-Lhokseumawe, yang bertema SUDAH SAMPAI DIMANAKAH IMPLEMENTASI MoU HELSINKI, banyak hal yang saya dengar dari penjelasan pemateri, namun semuanya tak berujung (tanpa ada sebuah keputusan)

    Hanya ini dari saya untuk sementara. lain waktu kita jumpa lagi komandan.

    wassalam
    dari rekan seperjuangan mu
    Zulfikar/Ijoel
    Kepala Humas BEM STIE Lhokseumawe
    Email : [email protected]
    Contact Person : 0852 600 51 323

  • zulfikar

    Assalamu`alaikum komandan.

    mengenai judul berita rakyat :
    5 Tahun MOU Helsinki: Mahasiswa Tuntut Pembebasan Tapol Napol Aceh yang anda posting pada hari
    Minggu, 15 Agustus 2010 | 23:55 WIB. baru hari ini saya baca.
    saya mohon pada saudara untuk menyimpan semua berkas dan arsip (dokumen) nya (seperti ; pernyataan sikap, foto dokumentasi dan hal-hal lain yang bersifat dokumen)
    ingat ; perjuangan kita belum tuntas, masih banyak kandungan Mou yang belum terimplementasi selam kurun waktu 5 tahun sudah penandatanganannya.
    saya selaku salah satu dari puluhan rekan-rekan mahasiswa yang ikut aksi di Bundaran Simpang Jam Kota Lhokseumawe Minggu (15/8) bersama saudara dan rekan-rekan lainnya turut prihatin dan berbelasungkawa mengenag MoU sampai saat ini masih simpang siur dikalangan masyarakat terlebih yang awam. itu terbukti dengan semakin berkurangnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga yang mengimplementasikannya dalam hal ini PRA=pemerintah rakyat aceh (pemerintah aceh), Legislati (DPR), mereka telah dipilih oleh rakyat, namun sampai detik ini kedurhakan mereka terhadap rakyat semakin hari semakin berjamur saja. contoh nyata korupsi 220 miliar lebih dana kas aceh utara. yang lebih ngeri lagi saya baca di modus aceh pada judul GURIHNYA DANA APBD ACEH. yang isu-isunya per orang dapat 64 juta yang pelakunya tak lain adalah anggota DPRA yakni pengemban amanat rakyat.
    kemarin hari senin tanggal 28-03-2011 saya ikut di forum seminar sosialisasi MoU helsinki di Gor UNIMAL Uteun Kot Cunda-Lhokseumawe, yang bertema SUDAH SAMPAI DIMANAKAH IMPLEMENTASI MoU HELSINKI, banyak hal yang saya dengar dari penjelasan pemateri, namun semuanya tak berujung (tanpa ada sebuah keputusan)

    Hanya ini dari saya untuk sementara. lain waktu kita jumpa lagi komandan.

    wassalam
    dari rekan seperjuangan mu
    Zulfikar/Ijoel
    Kepala Humas BEM STIE Lhokseumawe
    Email : [email protected]
    Contact Person : 0852 600 51 323